
KUTA – Taman bundaran Patung I Gusti Ngurah Rai, kini tampak lebih rindang setelah sebelumnya tersentuh penataan dalam rangka menyambut KTT G20. Namun sayang, di balik ketertataan pada saat ini, ternyata malah membuat patung I Gusti Ngurah Rai semakin tersembunyi.
Hal tersebut, akhirnya memancing seorang tokoh masyarakat setempat untuk angkat bicara. Pria bernama Made Sumasa itu mengaku sangat menyayangkan, penataan yang telah dilakukan tidak mengangkat identitas dari keberadaan bundaran itu sendiri.
“Kalau tidak salah, tugu itu didirikan pada tahun 1980-an. Jadi itu sangat melekat, dan sudah menjadi identitas di sana. Tapi sekarang setelah tamannya diperindah, kenapa patungnya malah tersembunyi? Padahal harusnya itulah yang diangkat, sekaligus menghormati sosok beliau sebagai seorang pahlawan,” sebutnya, Rabu (22/2/2023).
Karenanya, Sumasa mendorong pihak terkait yang memiliki kewenangan, untuk melakukan evaluasi. Utamanya agar ke depan, patung I Gusti Ngurah Rai benar-benar menjadi ikon dari keberadaan taman itu sendiri.
“Harapan kami, agar patung beliau itu bisa terlihat dari segala arah. Tidak seperti sekarang, yang dari beberapa sisi bahkan tidak terlihat,” singkatnya.
Terpantau di lokasi, oleh penataan taman yang telah dilakukan, patung I Gusti Ngurah Rai memang tidak dapat dilihat dari segala arah. Patung terlihat, utamanya hanya dari arah depan.
Itupun terlihat kecil karena antara jalan raya dengan patung, relatif berjarak. Sementara dari sisi-sisi lainnya, keberadaan patung tampak tertutup oleh pepohonan. (adi/jon)








