
KLUNGKUNG – Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Klungkung,Selasa (7/2/2023). Di hadapan sekitar 1.600 undangan, Gubernur Wayan Koster memaparkan secara gamblang keberhasilan pembangunan di Bali, termasuk di Kabupaten Klungkung.
Undangan meliputi, seluruh kepala dusun, kepala desa, bendesa, kelian subak, pasikian krama istri, tokoh agama, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Klungkung,ketua fraksi, ketua komisi, unsur pimpinan DPRD Klungkung serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Gubernur Bali kepada Pemkab Klungkung sebesar Rp 52,78 miliar. Bantuan aset kepada Pemkab Klungkung berupa 36 bidang tanah seluas 7,65 hektar dengan nilai Rp 1,88 miliar. Sebanyak 10 bidang tanah dengan luas 2,80 hektar dengan nilai Rp 105 miliar.
Gubernur juga menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada pemerintah desa se Kabupaten Klungkung sebesar Rp 3,23 miliar. Hibah uang kepada desa adat se Kabupaten Klungkung sebesar Rp 36,6 miliar. BKK kepada subak sebesar Rp 820 juta.
Gubernur Wayan Koster telah memberikan bukti nyata dalam banyak realisasi pembangunan di Bali. Terutama di Kabupaten Klungkung, gagasannya banyak memberikan dampak positif bagi arah pembangunan ke depan.
Atas hal itu, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom menyatakan salut dengan imbas pembangunan yang diterima Klungkung saat ini. Ketua DPRD memberikan dukungan penuh kepada Gubernur Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace, agar kembali memimpin Bali pada periode kedua.
Dukungan penuh tersebut disampaikannya saat ikut menghadiri acara Arahan Gubernur Bali dan Pencapaian Pembangunan Bali, Implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Selasa (7/2/2023).
Gung Anom sapaan akrabnya menyampaikan dukungan Pemprov Bali dalam pembangunan Klungkung, sangat beragam. Mulai dari pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, pembangunan Mall Pelayanan Publik, hibah tanah Pemprov Bali untuk pembangunan infrastruktur kabupaten, perbaikan akses jalan, hingga pembangunan Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul.
Dengan keseriusan Pemprov Bali ini, pihaknya berharap Pemprov Bali terus mendukung pembangunan Kabupaten Klungkung. Saat ini pihak Pemkab Klungkung sudah merencanakan pengembangan daya tarik wisata KSPN Nusa Penida.
Antara lain, penataan 12 destinasi dengan anggaran biaya investasi sebesar Rp 1,139 triliun. Ini diproyeksikan mampu menyerap pendapatan daerah selama setahun (pajak hotel dan restoran, retribusi tiket masuk dan lainnya) sebesar Rp 453, 4 miliar. Selain itu, juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.600 orang, dengan tenaga kerja lokal sebanyak 3.450 orang.
Selain itu, juga usulan sistem pengembangan penyediaan air minum Kepulauan Nusa Penida, usulan pembangunan Jembatan Baru Ceningan-Lembongan, Penataan Pura Watu Klotok, penanganan masalah sampah di Biaung dan Jungut Batu, hingga usulan penataan kawasan Jalan Lingkar Nusa Penida.
“Sejumlah jejak kinerja Gubernur Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace di Kabupaten Klungkung, sangat mudah ditemukan masyarakat Bali. Terutama, yang paling monumental, adalah mega proyek Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang dibangun di eks Galian C Klungkung,” kata Gung Anom.
Tidak hanya itu, kontribusi dan komitmennya terhadap menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, sudah sangat dirasakan masyarakat.
“Desa adat juga menjadi perhatian Gubernur,”imbuhnya.
Maka, pihaknya secara spontan menyampaikan dukungan penuh untuk Koster-Ace melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua.
Gung Anom melihat dengan kepemimpinan Gubernur Koster, pembangunan Bali akan semakin berkembang pesat, tanpa mengabaikan adat, tradisi dan budaya Bali. Sebab, sejak Koster-Ace menjadi memimpin Bali, pembangunan Bali, khususnya di Klungkung benar-benar sudah dirasakan.
“Di tengah tantangan global yang semakin berat, Bali butuh pemimpin yang berani, cerdas dan cermat dalam mengambil setiap keputusan. Gubernur dan Wakil Gubernur Koster-Ace memiliki seluruh kualitas yang dibutuhkan itu untuk melanjutkan pembangunan Bali,” demikian Gung Anom. (yaan)








