
GIANYAR – Keberadaan gepeng di Kabupaten Gianyar khususnya wilayah Ubud kian masif seiring mulai meningkatnya kunjungan wisatawan.
Kasatpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha mensinyalir serbuan para gepeng ada yang menggerakkan.
“Orang yang kita amankan itu-itu saja, wajah lama dan sulit sekali kami atasi. Pagi diamankan, malam sudah balik lagi ke Ubud. Mereka juga kerap kucing-kucingan dengan kami saat patroli,” ungkap I Made Watha, Rabu (25/1/2023).
Made Watha menyebut di tahun 2022 mengamankan 121 gepeng. Penanganan sudah pernah dibahas di tingkat provinsi dan untuk menghentikannya memerlukan perubahan sikap dan perilaku, agar tidak memiliki mental miskin.
“Ini kan hatinya yang miskin, karena orangnya tidak miskin. Saat kami tangkap, ada yang pakai kalung emas dan bawa smartphone, bahkan ada juga pakai motor NMAX,” ungkapnya.
Salah satu cara untuk menghentikan gepeng ini, menurut Watha adalah menyiapkan rumah singgah.
“Karena kalau dikembalikan ke daerah asal, pagi ditangkap, sorenya muncul lagi,” jelasnya. (jay)








