
DENPASAR – Kendati sudah ada perkiraan helatan pra-PON cabang olahraga (cabor) biliar sekitar pertengahan Agustus tahun 2023 mendatang, Pengprov POBSI Bali sudah siap menghadapi semua itu. Hanya belum diputuskan secara resmi jumlah atlet biliar yang akan dikirim sesuai dengan kuota yang ditentukan.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov POBSI Bali dr. Laksmi Putri Anggari Duarsa didampingi didampingi Sekretaris Umum (Sekum) Willy Soedarno, semua itu bakal ditentukan.
“Kami masih mau merapatkan lebih dulu nantinya dengan para pengurus utamanya Binpres untuk menentukan apakah aka nada seleksi dari para juara Porprov Bali XV/2022 lalu atau tidak,” ujar Laksmi Duarsa diamini Willy Soedarno di Denpasar, Kamis (12/1/2024).
Disebutkannya, jika nantinya ada seleksi biliar itu tujuannya hanya untuk mencari yang terbaik bagi pebiliar yang nantinya berlaga di pra-PON, sehingga pada PON nanti mampu memberika prestasi terbaik bagi Bali.
“Kami ingi nantinya biliar setidaknya bisa mempertahankan minimal raihan 1 medali perak dan 1 perunggu, seperti yang diraih Bali pada PON Papua XX/2020 yang digelar tahun 2021 lalu,” tambah Laksmi Duarsa.
Sementara itu, Willy Soedarno menambahkan jika pra PON digelar sekitar Agustus di Jakarta hanya untuk kepastian tanggalnya masih belum ada. Termasuk surat resmi dari PB POBSI.
“Kami masih menunggu kepastian tanggal secara resmi dari PB POBSI,” tegas Willy Soedarno.
Seperti diketahui, tim biliar Bali pada PON Papua tahun 2021 silam, Bali meraih medali perak melalui Irwan Limardi di nomor pool dan satu perunggu dari almahum Oei Kim Han atau Hanny.
“Semoga ke depannya Bali bisa mempersembahkan medali lebih baik lagi dari sebelumnya. Pastinya pengurus POBSI Bali akan siap kerja keras untuk mempersiapkan tim yang lebih baik serta pebiliar Bali nantinya akan bisa tampil dengan maksimal dengan hasil optimal,” demikian Willy. (ari/jon)








