
GIANYAR – Bisnis peternakan kambing belum banyak dilirik oleh masyarakat di Kabupaten Gianyar. Padahal, di daerah berjuluk ‘Bumi Seni’ini memiliki lahan perkebunan cukup luas dan banyak tumbuh dedaunan hijau untuk pakan.
Kabid Pembibitan dan Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar Anak Agung Parwata menyebutkan, di tahun 2022 populasi kambing hanya 891 ekor.
“Padahal, potensi yang bisa dikembangkan sampai puluhan ribu ekor kambing,”kata Anak Agung Parwata didampingi Kasi Pembibitan Ternak, Wayan Sudirka, Senin (9/1/2023).
Saat ini, warga di Kecamatan Blahabatuh tercatat paling banyak memelihara kambing dengan populasi 327 ekor, disusul Kecamatan Gianyar (290 ekor), Tampaksiring (37 ekor) dan beberapa kecamatan lainnya rata-rata 50 ekor.
Sementara, di wilayah Payangan yang notabene banyak terdapat dedaunan hijau justru tidak ada warga beternak kambing.
“Bila dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali, populasi kambing di Gianyar masih kecil, populasinya masih seribuan,” ungkapnya.
Anak Agung Parwata berharap khususnya petani di wilayah Gianyar Utara bisa mengembangkan ternak kambing karena pakan melimpah.
“Kotoran kambing juga sangat bagus dijadikan pupuk terutama tanaman jeruk,” jelasnya.
Terkait pemenuhan daging kambing, Anak Agung Parwata mengungkapkan masih bergantung dengan peternak di Karangasem dan beberapa kabupaten lain.
Ternak kambing luar Bali tidak bisa bebas masuk kecuali mengantongi surat dari Dinas Peternakan setempat dan dinyatakan sehat.
“Potensi untuk konsumsi sangat tinggi. Kebutuhan daging sampai empat ribu ekor per tahun dan kita (Gianyar) baru memenuhi seribuan,” imbuhnya. (jay)








