
KUTA – Harapan untuk segera dipindah menuju gedung Pasar Seni Kuta yang baru, terus bermunculan dari para pedagang. Apalagi di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang ini, yang membuat mereka was-was membuka lapak pada tempat relokasi sementara.
Adanya harapan-harapan semacam itu tidaklah dipungkiri oleh Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista. Namun dia mengimbau agar para pedagang tetap bersabar, mengingat pengerjaan proyek Penataan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta) masih belum rampung secara total.
Dia menyadari, jika bicara bangunan Pasar Seni Kuta saja, progresnya memang terbilang sudah hampir rampung. Namun diyakini, itu tidak akan bisa diserahkan secara parsial.
Apalagi sebagai umat beragama Hindu di Bali, sebelum mengoperasikan bangunan bersangkutan, tentunya harus didahului gelaran prosesi upacara keagamaan.
“Kami harap masyarakat pedagang bisa bersabar. Namanya kita orang Bali, kalau dipaksakan langsung mengisi di sana sebelum upacara, takutnya ke depan malah berdampak tidak baik. Seperti timbulnya gangguan-gangguan secara niskala,” ucapnya, Kamis (29/12/2022).
Namun demikian, dia mengaku tetap berharap agar proyek Penataan Pantai Samigita yang penyelesaiannya diperpanjang hingga awal Pebruari nanti bisa segera tuntas secara total. Sehingga kemudian bisa disusul dengan gelaran upacara keagamaan.
“Ini sudah kami sampaikan kepada para pedagang. Dan para pedagang kami harap bisa memaklumi,” sambungnya.
Dihubungi sebelumnya, Project Manager Tunas Jaya Sanur (TJS) – Bianglala KSO, Nyoman Agus Sandika mengakui bahwa area Pasar Seni Kuta yang baru, memang terbilang sudah berada pada tahap penyelesaian. Salah satu yang sedang dikebut, adalah pekerjaan pemasangan paving di sekitar gedung.
Sementara untuk diketahui, dalam bangunan Pasar Seni Kuta yang baru, total terdapat 204 kios yang disediakan. Selain itu, ada pula toilet di ujung timur dan baratnya, ruang laktasi, ruang operator, serta ruang los. (adi/jon)








