
GIANYAR – Pemutusan kerja sama yang dikakukan BPJS terhadap Rumah Sakit Umum Famili Husada menjadi perhatian DPRD Gianyar.
Sampai saat ini, BPJS Cabang Klungkung yang mewilayahi Bali Timur belum memberikan keterangan resmi perihal pemutusan kerja sama dengan RSU Famili Husada mulai 1 Januari 2023.
Komisi IV DPRD Gianyar meminta pihak BPJS tidak menutup-nutupi temuannya hingga memutus kerja sama dengan RSU Famili Husada.
“Logikanya jika sebuah perjanjian diputus atau tidak diperpanjang lagi, tentunya ada hal-hal yang tidak sesuai, dan tentunya yang mengatahui itu pihak BPJS dan RSU Famili Husada,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi saat ditemui wartawan, Rabu (21/12/2022).
Menurutnya, pemutusan kerja sama JKN dipastikan sedikit mengusik karena sebagian masyarakat selama ini dilayani oleh rumah sakit setempat sebagai fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).
“Kami dari Komisi IV akan turun untuk rumah sakit ini. Kami hanya ingin memastikan jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai denga perjanjian JKN agar segera dievaluasi. Intinya pembinaan lah dulu. Keberadaan RS swasta ini juga membantu masyarakat dan pemerintah dalam menyelenggarakan layanan kesehatan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi Indonesia Raya, Ngakan Ketut Putra. Ia berharap unit-unit fasilitas kesehatan lebih transparan. Terlebih, keberadaan lembaga ini kerap menuai sorotan selama pandemi Covid-19.
“Sejumlah keluhan memang banyak yang kami terima. Mulai dari dalih kelas III penuh hingga pasien diarahkan naik kelas, serta klaim-klaim yang terkesan janggal,” ungkapnya.
Terlepas dari ada unsur kesengajaan ataupun tidak, tindakan para pihak yang melenceng dari perjanjian wajib disikapi dan dievaluasi. Namun, pihaknya mengingatkan jika ada unsur pelanggaran hukum tentunya tidak boleh ditutup-tutupi dan wajib ditindaklanjuti.
“Pelayanan kesehatan masyarakat adalah hal utama yang harus dilaksanakan. Namun, bukan berarti segala kesalahan, pelanggaran ataupun perbuatan melanggar hukum dalam proses pelayanan ini dapat diabaikan,” ujarnya. (jay)








