
DENPASAR – Pasca ditetapkannya nomor urut tersebut, beberapa parpol pun tengah mengaitkan nomornya sesuai filosofi. Seperti halnya Partai Hanura kembali mendapatkan nomor urut 10.
Menurut Sekretaris DPD Hanura Bali, Gde Wirajaya Wisna, angka 10 merupakan angka yang menutupi kekosongan.
“Secara filosofi, hikmah yang terkandung adalah keberadaan sesuatu baru dinilai bermanfaat jika dapat mengisi kekosongan, menutupi kekurangan,”ujarnya.
Wirajaya Wisna juga menambahkan, kalau angka 10 tersebut adalah nilai manfaat, maka dalam sebuah penilaian angka 10 merupakan angka yang tertinggi ingin dicapai. Seperti dalam penilaian pada raport maupun score.
“Maka angka 10 dapat mengisi kekosongan atau kekurangan secara utuh,” pungkasnya.
Sementara ditempat terpisah Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan nomor urut peserta pemilu di tahun 2024; pertama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Nomor urut enam diisi Partai Buruh, selanjutnya Partai Gelombang Rakyat Indonesia (gelora), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).(arn/jon)








