
DENPASAR – DPD dan DPC Partai Hanura mendapat perhatian luar biasa dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Oesman Sapta Odang secara mendadak turun gunung menemui kadernya di Bali. Pertemuan dengan kader partai berlangsung di Sekretariat DPD Hanura Provinsi Bali, Jumat (18/11/2022).
Di hadapan pengurus DPC kabupaten kota dan DPD Hanura Provinsi Bali, terus memacu semangat kader partai guna persiapan Pemilu 2024 mendatang. Lebih-lebih Partai Hanura sangat optimis bisa ikut Pemilu 2024 mendatang. Sebab, sampai saat ini dalam verifikasi adminialstrasi tahap kedua, 33 Provinsi sudah memenuhi syarat (MS).
Menurutnya kedatangannya di Bali untuk berkoordinasi dengan pengurus partai di Bali dan bukan hanya kali ini saja melainkan secara dadakan juga akan mendatangi pengurus DPC kabupaten kota di Bali sekaligus melihat kondisi kantor partainya di Bali.
Dihadapan kader partai, mengatakan aturan di Bali tidak gampang bisa diikuti daerah lain. Selaku Ketua Partai, Oesman Sapta memutuskan tidak memberlakukan keputusan ditingkat DPP untuk diterapkan di daerah. DPP memberikan kebebasan kepada para kadernya yang ada di DPD, maupun DPC.
“Mereka-merekalah (pengurus DPD, DPC dan PAC,red) yang mengetahui situasi dan keadaan di wilayahnya masing-masing,”ujarnya.
Menurutnya Bali memiliki ciri khas atau kearifan lokal yang merakyat dan memiliki komunikasi yang baik. Bahkan daerah lain susah bisa mengikuti tradisi di Bali. Oleh karenanya, kader partai Hanura di Bali harus bekerja keras, terus melakukan komunikasi dengan masyarakatnya melalui kader-kader Hanura di tingkat PAC sebagai ujung tombak partai.
Oesman Sapta Odang menambahkan, peran DPC dan PAC itu sangat penting, namun pihaknya tidak ingin terjadi seperti Pemilu lalu. Karena pada Pemilu lalu banyak DPC yang nakal dan tidak mau memikirkan tingkatan diatasnya yakni di DPD maupun di DPP. Merasa sudah aman di tingkat DPC, pengurus partai tidak mau bersama-sama mengawal sesuai jenjang tingkatan diatasnya.
“Banyak DPC yang nakal dan gak memikirkan tingkat satu dan tingkat pusat sehingga banyak suara yang hilang,” tegasnya.
Oesman Sapta berharap, semua kader partai di Bali meningkatkan kinerja partai untuk merebut kembali kemenangan pada Pemilu 2024 mendatang. Semua kader partai di Bali juga harus bisa merangkul para tokoh termasuk anggota pecalang yang ada di masing-masing desa adat di seluruh Bali.
“Kader Hanura harus bisa menerima hati orang dan baru bisa memberi pada orang lain,”katanya diplomatis.
Sementara Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali, I Kadek Arimbawa, dihadapan Ketua Umum menyampaikan pada Pemilu 2024 mendatang Partai Hanura Provinsi Bali menargetkan perolehan kursi meningkat dari Pemilu lalu. Disetiap kabupaten kota ada penambahan kursi sehingga di DPRD Provinsi bisa menargetkan satu fraksi.
Menurut Kadek Arimbawa pada hasil Pemilu lalu, di Bali ada 15 anggota DPRD di kabupaten/kota, dan satu anggota di DPRD provinsi. Kalau dibandingkan dengam Pemilu 2014, Hanura memiliki 30 kursi sehingga pada Pemilu 2019 lalu ada penurunan 50 persen. Hanura hanya kebagian 30 kursi.
“Semangat dan kerja keras kader yang sudab ditunjukan, Hanura Bali optimis pada Pemilu Tahun 2024 dan akan merebut kembali kejayaan Hanura dengan target 45 anggota DPRD di kabupaten/kota dan 1 fraksi di DPR Provinsi,”pungkasnya. (arn/jon)








