
DENPASAR – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 nampaknya benar-benar membawa berkah bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia internasional.
Adanya pertemuan G20 di Bali, secara otomatis Bali mendapatkan promosi gratis guna mempromosikan pariwisata Bali pasca Pandemi Covid-19.
Selain promosi gratis, perekonomian Bali secara perlahan-lahan terus bergerak naik dan menghidupkan semua sektor perekonomian di Bali mulai dari pariwisata, transportasi dan kegiatan usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Petemuan KTT G20, menjadi promosi gratis pariwisata Bali. Jangan dipolitisasi dan sebaliknya mari kita sukseskan G20 di Bali,”ujar Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi Bali, Gde Wirajaya Wisna, di Denpasar Selasa (15/11/2022).
Menurutnya pelaksanaan KTT G20 yang berlangsung di Bali tentunya sangat luarbiasa bagi Bali karena ditengah pandemi Covid-19, ekonomi Bali terpuruk dan sampai pada semester pertama Januari-Juni 2020, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sedalam 6,13 persen.
Setelah KTT G20 ditetapkan pelaksanaannya di Bali berbagai kegiatan dilaksanakan di Bali. Hampir 450 event digelar sebelumnya disejumlah daerah dan paling banyak di Bali. Sehingga dari berbagai kegiatan itu, membuat semua dunia tertuju perhatiannya pada Bali dimana Bali dikenal sebagai daerah tujuan wisata.
Olehkarenanya, rakyat Bali patut bersyukur pariwisata Bali kembali bisa bangkit. Masyarakat Bali yang menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung ekonomi, sudah merasakan selama pandemi Covid-19, ekonomi pariwisata Bali jatuh terpuruk dan ekonomi Balipun jatuh bangun.
Hal itu dikarenakan selama ini sektor pariwisata yang paling diandalkan untuk menghidupi ekonomi Bali dan sebagai pendongkrak pendapatan asli daerah.
Politisi Hanura asal Buleleng ini mengatakan, pertemuan G20 di Bali benar-benar menjadi catatan sejarah buat Bali dan dunia. Bagaimana tidak, G20 setelah dibentuk, baru pertama kalinya Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah dan langsung diketuai oleh Presiden Joko Widodo.
Hal tersebut merupakan kepercayaan negara-negara anggota G20, terutama dari negara-negara besar didunia. Puncak pertemuan KTT G20 dilaksanakan di Bali. Dari empat benua, kemudian dari Eropa, juga dari Asia, China, Jepang, Korea, turut hadir di sini, akan memberikan dampak positif di Indonesia.
Berbagai isu strategis diangkat dalam pertemuan KTT G20 diantaranya Arsitektur Kesehatan Global, Transmisi Energi Berkelanjutan dan Transformasi Digital Ekonomi.
Jadi, selama adanya KTT G20, dengan hadirnya beberapa kepala negara dan diliput oleh ratusan media lokal, nasional dan asing, membuat ekonomi Bali tumbuh kedepan.
“Kalau tidak ada KTT G20, saya pastikan ekonomi Bali masih merangkak. Saya yakin sesuai slogan yang terus dikumandangkan untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi, pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” pungkasnya. (arn/jon)








