
GIANYAR – Pengetahuan masyarakat daerah, termasuk Bali terkait tokoh perjuangan masih minim. Hal ini membuat Staf Ahli Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Bidang Hubungan Lembaga dan Masyarakat Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila, M.A., Ph. D., akan mengusulkan pemerintah daerah untuk dapat membuat buku sejarah yang berisi sejarah perjuangan tokoh-tokoh termasuk asal Bali.
“Saya rasa perlu penulisan buku sejarah tentang historikal Indonesia dengan mengambil tema tokoh orang Bali, salah satunya Tjokorda Gde Raka Soekawati yang bahkan mungkin orang Bali sendiri belum banyak yang tahu,” terangnya saat ditemui saat mengunjungi pameran “Lantera: Langkah Tegas dan Berani Tjokorda Gde Raka Soekawati” di wantilan Puri Kantor Ubud, Gianyar, belum lama ini.
Khusus di Bali dan Gianyar, pihaknya telah berkoordinasi dengan Asisten I, serta Kepala Dinas Pendidikan untuk dapat membentuk tim yang bisa menulis buku sejarah yang mengangkat secara khusus mengenai tokoh-tokoh asal Bali ini, termasuk Tjokorda Gde Raka Soekawati,” imbuhnya.
Hanya saja khusus untuk Tjokorda Gde Raka Soekawati, pihaknya akan memastikan apakah perjuangan melalui budaya bisa masuk kriteria dalam pembuatan buku mengenai sejarah itu. “Kalau memang diterima tentu akan kami perjuangkan, karena perjuangan beliau adalah perjuangan melalui diplomasi budaya,” lanjutnya.
Hanya saja, informasi mengenai perjuangan tersebut tidak serta merta masuk dalam kurikulum nasional namun bisa masuk konten muatan lokal. “Kita berikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk memasukkan dalam konten lokal, untuk memperkenalkan kepada anak-anak kita mengenai budaya kita,” pungkasnya. (jay,dha)








