
BULELENG – Melalui program ‘Berbagi dan Menyapa’, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Bali tak hanya gencar menyalurkan bantuan paket sembako, makanan tambahan balita, bibit pohon cabai dan mensosialisasikan 10 Program Pokok PKK maupun program pemerintah.
Bersama TP-PKK Kabupaten/Kota, Ketua TP-PKK Provinsi Bali Nyonya Putri Suatini Koster juga mengajak dan menggerakkan kader PKK dalam menekan laju inflasi dan penanganan sampah berbasis sumber.
“Bantuan sosial ini adalah salah satu upaya Pemprov Bali, membantu para ibu-ibu kader PKK dalam memenuhi kebutuhan dapurnya agar tidak terdampak inflasi dan kenaikan BBM,” tandas Putri Koster usai penyerahan bantuan sosial serangkaian program ‘Berbagi dan Menyapa’ di Gedung Mr. Ketut Pudja Eks Pelabuhan Buleleng, Kamis (3/11/2022).
Putri Koster didampingi Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menegaskan bantuan sosial kepada 448 kader PKK di Kecamatan Buleleng dan 200 kader PKK di Kecamatan Sukasada, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan dan menguatkan kader PKK untuk melaksanakan tugasnya.
“Mereka juga kan keluarga dari masyarakat, ketika kader PKK tenang, sudah terpenuhi kebutuhan keluarganya, mereka nantinya akan mampu menjadi pendamping, menenangkan masyarakat yang lain,” jelasnya. Ia mengajak ibu-ibu, kader PKK agar tidak terlalu resah menyikapi inflasi.
“Karena, banyak hal bisa dilakukan, dan saya harap kader PKK mampu mengajak dan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak resah, tetap tenang namun kreatif menyikapi inflasi, seperti harga minyak goreng naik, bisa gak dialihkan ke minyak tanusan,” ujarnya.
Senada dengan Ketua TP-PKK Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana selaku Pj. Bupati Buleleng mengapresiasi bantuan sosial yang disalurkan Pemprov Bali melalui program ‘Berbagi dan Menyapa’ sebagai bentuk perhatian Gubernur Bali kepada masyarakat Buleleng.
“Tidak hanya bantuan sosial saja, tapi banyak lagi program yang dilaksanakan Pemprov Bali untuk masyarakat Buleleng, dan saya sangat berterimakasih atas itu,” tandasnya.
Dengan bantuan sosial dari Pemprov Bali dan terobosan yang dilakukan Pemkab Buleleng melalui TPID seperti penyaluran BSU kepada warga terdampak inflasi maupun kenaikan harga BBM, laju inflasi di Kabupaten Buleleng dapat ditekan. “Menurut data dari BPS, di Kabupaten Buleleng per Oktober 2022 mengalami deflasi sebesar 0,14%. Itu adalah kerja nyata kita dalam menangani inflasi,” pungkasnya. (kar,dha)








