
KUTA – Kuta seolah masih menjadi wilayah primadona bagi para gelandangan dan pengemis (gepeng) untuk beraksi. Terhitung sejak sebulan terakhir, ada lebih dari seratus gepeng berhasil dijaring petugas.
Mulai dari tanggal 19 September 2022 lalu, ada 46 gepeng yang ditertibkan. Kemudian pada 12 Oktober 2022, dengan temuan sebanyak 29 gepeng. Dan terakhir, yakni pada 20 Oktober 2022, ada 43 orang yang berhasil digaruk. Sehingga total dalam sebulan terakhir, jumlah gepeng yang menjadi temuan di wilayah Kuta mencapai angka 118 orang.
Menariknya, mengutip penyampaian Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, IGAK Suryanegara, dari tiga kali penertiban tersebut, tidak sedikit di antaranya adalah orang yang sama. Dengan kata lain, mereka seolah tidak jera atas tindakan penertiban yang dilakukan petugas. Padahal itu sudah dibarengi pula langkah pemulangan ke daerah asal.
“Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan remaja dengan rentang usia 4 hingga 17 tahun,” sambungnya.
Adanya fenomena itu, menurut dia, sinergitas masih menjadi PR utama dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Termasuk di antaranya melalui pemberian pembinaan dan edukasi mendalam terhadap para pelaku gepeng.
“Soalnya ini seolah sudah membudaya bagi mereka, sehingga menjadi hal yang tidak mudah jika hanya ditertibkan dengan pola biasa. Apalagi dalam waktu dekat ini, ada berbagai event internasional. Tentu kami tidak ingin hal seperti ini malah mencoreng citra pariwisata. Terlebih mereka-mereka ini kadang menggepeng dengan cara yang bersifat memaksa,” pungkasnya. (adi/jon)








