
KUTA – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan perkuatan terhadap Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kaitan dengan penyelenggaraan KTT G20 pada November 2022 nanti. 177 personel tambahan disiapkan, dan akan didatangkan secara bertahap.
“Ini dimaksudkan untuk mempercepat alur kedatangan selama KTT G20 berlangsung. Secara umum, Imigrasi Ngurah Rai akan melayani kedatangan 3.500 orang per jam,” ungkap Kepala Kanim Ngurah Rai, Sugito, Jumat (21/10/2022) lalu.
Di samping itu, 21 unit perangkat juga akan direlokasi dari sejumlah Kanim di Indonesia. Hal tersebut dilakukan guna memperlancar kedatangan delegasi tanpa mengesampingkan penumpang reguler yang volumenya tinggi.
“Nanti antara jalur kedatangan delegasi dengan penumpang reguler akan dipisah,” sambungnya.
Pemeriksaan keimigrasian terhadap delegasi setingkat kepala negara, katanya akan dilakukan di gedung VVIP. Sedangkan bagi yang setingkat menteri, dilakukan di gedung VIP.
“Kalau untuk delegasi-delegasi, akan menjalani pemeriksaan keimigrasian di terminal kedatangan internasional,” lanjutnya.
Dia juga mengabarkan, kaitan dengan G20, pihaknya juga melakukan penyediaan konter pemeriksaan imigrasi khusus bagi para delegasi. Konter tersebut akan diisi 12 orang petugas, dengan target 720 pemeriksaan keimigrasian per jam.
“Kanim Ngurah Rai telah melakukan mapping dan plotting terhadap petugas-petugas. Mobile unit yang digunakan untuk pemeriksaan keimigrasian bagi delegasi setingkat VVIP/VIP pun sudah disiapkan,” imbuhnya.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, ada juga sejumlah persiapan lain yang telah dilakukan guna melancarkan arus kedatangan. Diantaranya seperti pemasangan beberapa sign board pada titik-titik strategis, guna memudahkan kedatangan para delegasi melalui jalur khusus pada terminal kedatangan.
“Seluruh persiapan akan selalu dimonitor sesuai perkembangan situasi dan kondisi yang ada,” tutupnya. (adi/jon)








