
DENPASAR – Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama secara tegas memerintahkan Sekda Provinsi Bali agar bergerak cepat menangani bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrim dan hujan deras melanda sejumlah kabupaten kota di Bali. Akibatnya, banyak jalan putus, tanah longsor seperti yang terjadi di Jembrana, Tabanan, Karangasem, Bangli dan Buleleng dan berakibat jatuhnya korban jiwa.
Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama sebelum menutup Rapat Paripurna DPRD Bali dengan agenda Jawaban Gubernur Bali terkait Raperda APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023, di ruang Sidang Utama, Senin (17/10/2022).
“Saya minta kepada bapak Sekda Provinsi Bali segera tangani bencana yang terjadi tadi pagi seperti di Jembrana, Tabanan, Karangasem dan kabupaten lainnya,”pinta Adi Wiryatama tegas.
Menurut politisi PDIP Bali Dapil Tabanan ini, Senin pagi banyak musibah yang terjadi. Semua jalan putus diantaranya jalan nasional yang menghubungkan jurusan Denpasar-Gilimanuk. Jalan antar kabupaten di Tabanan dari Cau Belayu, Senganan Baturiti juga banyak jalan yang putus.
Banyak terjadi tanah longsor, tempat suci seperti pura juga diterjang banjir hingga mengalami kerusakan. Demikian juga rumah-rumah penduduk. Akibat bencana yang terjadi Senin pagi di Kabupaten Jembrana juga dilaporkan menelan korban jiwa.
“Cuaca sangat ekstrem, mari kita tetap waspada saya meminta bapak Sekda bergerak cepat dan segera perintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali supaya segera turun. Jalan-jalan yang putus total, minta agar segera diperbaiki oleh Dinas PU,”pintanya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, musibah telah terjadi akibatnya jalan utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya jembatan di daerah Penyaringan, Jembrana putus. Demikian juga di kabupaten Tabanan dan Karangasem beberapa ruas jalan mengalami kerusakan dan jembatan putus.
Sekda Dewa Indra mengaku telah memerintahkan Kalaksa BPBD Bali, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali dan Kadis Lingkungan Hidup. Saat ini sudah ada di Penyaringan, Jembrana tempat lokasi bencana jalan putus.
Menurut Dewa Indra dalam situasi bencana yang terjadi, disinilah pentingnya Kepala Dinas yang turun langsung. Sehingga bisa mengetahui dan melakukan pendataan langsung terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi. Dan segera bertindak cepat apa yang mesti dilakukan sesuai kewenangan.
“Kalau jalan nasional yang rusak, maka dia harus berkoordinasi dengan balai jalan. Kalau jalan kabaupaten, dikoordinasikan dengan kabupaten supaya secepatnya ditangani kabupaten. Kalau jalan provinsi segera ambil alih oleh provinsi,”tegasnya.
Sementara mengenai sumber dana untuk perbaikan atas kerusakan yang terjadi, masing-masing kabupaten kota memiliki pos anggaran dana tak terduga dalam APBD masing-masing.
“Harus dicek sehingga Kepala Dinas harus turun langsung. Dalam APBD, ada belanja tidak terduga kalau kekurangan dana bisa diambil pada pos lainnya dan dalam situasi darurat, tidak ada istilah tidak ada anggaran,”ujarnya.
Pihaknya berharap, selain perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, menjadi prioritas adalah penanganan manusianya. Keselamatan manusia yang harus diutamakan, apabila ada korban bencana yang hilang harus dicari sampai ditemukan. Kalau korbannya luka juga harus cepat mendapat penanganan termasuk korban meninggal dunia.
“Pemerintah telah menyiapkan dana santunan baik untuk rawat inap, perawatan luka ringan, termasuk korban jiwa yang meninggal juga mendapat santunan dari pemerintah yang nilainya disesuaikan dengan aturan yang ada,” katanya.
“Saat ini, semua sedang ada dilapangan termasuk bapak Bupati Jembrana bersama forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten Jembrana sedang berada dilapangan,” pungkasnya.
Sementara ditempat terpisah, Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin melaporkan proses pembersihan material di lokasi jembatan dan telah tuntas dilakukan. Untuk saat ini dilakukan buka tutup untuk sepeda motor dan rodan empat namun terpilih saja.
“Kendaraan berat belum diizinkan sehingga dilakukan pegalihan arus,” pungkasnya.(arn/jon)








