
KUTA – Mengubah sampah menjadi berkah, itulah yang diwujudkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bumi Lestari, Banjar Segara, Kuta, Badung. Disaat orang lain kebingungan membuang sampah, kelompok ini malah mengolah sampah residu yang sebenarnya tidak bisa diolah lagi, menjadi sesuatu yang bisa mendatangkan rupiah.
Dua buah lukisan, yang satu bergambar Bapak Presiden RI Joko Widodo berdampingan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan satu lukisan bergambar Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Siapa menyangka media lukisan tersebut berasal dari sampah.
Kedua lukisan ini ditunjukan KSM Bumi Lestari kepada Bupati Badung Giri Prasta saat kunjungan ke Legian beberapa waktu lalu.
“Ini salah satu contoh masyakat Badung yang kreatif, sampah diolah terutama residunya sudah menjadi cendramata. Inilah yang sering saya sampaikan, bagaimana kita melihat sampah adalah berkah, bagaimana melihat sampah adalah rupiah,”kata Giri Prasta.
Ketua KSM Bumi Lestari Wayan Tegeg mengungkapkan, pihaknya hanya mengelola sampah dilingkungan Banjar Segara Kuta saja.
“Karena Kuta belum memiliki TPST 3R, maka kami bekerjasama dengan TPST 3R Kelurahan Seminyak,” ungkapnya.
Dalam pengolahan sampah, KSM Bumi Lestari telah mendapatkan bantuan CSR berupa satu unit mesin pencacah sampah dan mesin monster sampah. Mesin-mesin ini sementara dititipkan di TPST 3R Kelurahan Seminyak.
Nah, bila sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, sampah anorganik khususnya sampah residu seperti pampers, pecahan kaca dan lainnya sangat sulit diolah. Sampah-sampah residu ini diproses oleh mesin monster sampah menjadi papan dan balok.
“Papan dan balok inilah bisa dijadikan media lukisan, bahkan dipahat untuk patung,”katanya.
Produk-produk hasil daur ulang sampah tersebut, menurutnya memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Kedepannya pihaknya ingin menjadikan Pantai Jerman sebagai Pantai Recycle, dengan memajang produk-produk yang berasal dari daur ulang sampah. (lit/jon)








