
DENPASAR – Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali, Kadek Arimbawa memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung.
“Kami memberikan apresiasi yang luarbiasa kepada Gubernur Bali wayan Koster. Pembangunan ini sebagai pilot project yang luar biasa dan akan menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Bali untuk menjaga kelestarian seni budaya Bali,” ujar Kadek Arimbawa beberapa waktu lalu di Sekretariat DPD Hanura Provinsi Bali, Denpasar.
Kadek Arimbawa yang juga seniman asal Klungkung ini mengetahui betul, bagaimana eks galian C, Gunaksa Klungkung ini sejak lama tidak memiliki fungsi dan telah terbengkalai bertahun-tahun lamanya.
Sejak kepemimpin Gubernur Bali Wayan Koster menjadikan eks galuan C ini sebagai pusat kebudayaan Bali dengan luas 334 hektar. Tentu, hal ini sebagai bentuk kepedulian dari orang nomor satu di Bali, memiliki kepedulian yang luar biasa pada seniman.
Menurutnya, selain menjadi kawasan Pusat Kebudayaan Bali, tempat ini juga akan menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang datang ke Bali. Tempat ini akan dipertontonkan berbagai kebudayaan Bali. Kawasan PKB yang sedang dibangun saat ini dibagi dalam tiga zona ini yakni zona inti, zona penunjang dan zona penyangga.
“Kawasan PKB ini akan menjadi pusat para seniman berekpresi dengan tempat yang luas dan nyaman,” ujarnya.
Mantan anggota DPD RI dua periode ini 2009-2014 dan 2014-2019, menambahkan, di tempat PKB ini, selain disediakan tempat yang luas dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk hutan buatan juga dibangun dan masyarakat juga akan bisa melihat secara langsung view pantai apalagi juga akan dibangun teluk sebagai tempat bersandarnya kapal yacth untuk wisatawan.
“Saya benar-benar bangga, eks galian C disulap menjadi kawasan PKB,” katanya.
Lantas bagaimana dengan mitigasi bencana ketika Gunung Agung meletus. Kadek Arimbawa yang juga akrab dipanggil Lolak ini, sudah dilalukan antisipasi lebih awal dengan penataan aliran sungai Tukad Unda, normalisasi juga sudah dilakukan.
Bahkan aliran sungai yang diperkirakan menjadi tempat mengalirnya lahar apabila terjadi bencana Gunung Agung meletus sudah dilakukan antisipasi.
“Dalam konsep pembangunan ini, sudah dipikirkan dengan matang, dan saya berharap penataan alur sungai kalau bisa ditata seperti penataan aliran sungai di Belanda, luar biasa indahnya,” pungkasnya. (arn/jon)








