
GIANYAR – Setidaknya 30 anak di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, mendapat les pelajaran Bahasa Inggris. Menariknya, Bayarnya tidak memakai uang, melainkan sampah plastik.
Pertemuan pertama dilaksanakan di Kantor Desa Puhu, Minggu (25/9/2022). Mereka terlihat antusias membawa kantong kresek berisi sampah plastik.
Ada sekitar 18 volunter dari guru dan sarjana Bahasa Inggris memberikan pelajaran kepada anak-anak selama 90 menit.
Ketua Karang Taruna Desa Puhu, Komang Aprigiyana mengatakan, kegiatan ini diinisiasi oleh karang taruna bersama Jejak Literasi Bali dengan tujuan meningkatkan kemampuan anak-anak berbahasa asing dan peka terhadap lingkungan.
“Desa Puhu memiliki potensi pariwisata, namun masih perlu perhatian pada sumber daya manusianya khususnya kemampuan Bahasa Inggris,”ujar Komang Aprigiyana.
Menurutnya, akses pembelajaran Bahasa Inggris di Desa Puhu cenderung masih terbatas karena faktor ekonomi orang tua dan juga jarak yang terbilang jauh.
Les Bahasa Inggris dijadwalkan setiap Minggu sampai April 2023. “Mereka cukup membayar dengan sampah plastik yang dibawa dari sampah rumah tangga masing-masing,” ungkapnya.
Anak-anak diajarkan memilah sampah kemudian ditabung di bank sampah bekerja sama dengan TPS3R desa. Hasil tabungan akan dikonversikan menjadi beras dan sembako.
“Hasil tersebut akan diserahkan kembali oleh anak-anak ke orang tua di rumah atau tetangga serta masyarakat yang membutuhkan,” kata Komang Aprigiyana. (jay)








