
DENPASAR – Kondisi ekonomi masyarakat Bali saat ini sedang berupaya dalam pemulihan ekonomi saat Pandemi Covid-19 melanda sejak dua tahun lalu. Ditengah pemulihan ekonomi menuju Bali bangkit kembali, tiba-tiba muncul kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) efektif 1 September 2022 diberlakukan.
Menurut Ketua DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Bali Kadek Arimbawa, keadaan rakyat saat ini sangat memprrihatinkan apalagi Bali yang mengantungkan ekonominya pada sektor pariwisata. Pariwisata di Bali mulai menggeliat, baru mulai bangkit sekarang menjadi beban baru dengan adanya kebijakan pemerintah naiknya harga BBM jenis Pertalite.
“Keadaan rakyat sekarang, saya sangat prihatin apalagi di Bali yang baru mulai ada dampak pemulihan ekonomi, wisatawan sudah berdatangan, sektor transportasi berjalan. Namun sekarang menjadi beban bertambah dan tentunya harga kebutuhan bahan pokok juga akan naik, rakyatpun pusing tujuh keliling,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (31/8/2022).
Mantan anggota DPD RI dua periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 menyampaikan ditengah kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, pemerintah juga harus mengeluarkan kebijakan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang dibagikan pada masyarakat miskin dan masyarakat yang membutuhkan. Kebijakan tersebut setidaknya akan dapat membantu meringankan beban masyarakat miskin.
Ketua DPD Hanura Provinsi Bali ini berharap ketika kebijakan BLT ini diwujudkan di semua kabupaten kota di Bali, Hanura Bali berharap harus benar-benar tepat sasaran diberikan pada masyarakat miskin atau yang memerlukan.
“Selaku pimpinan partai, saya mengimbau kepada kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Bali, harus menganggarkan dalam APBD masing-masing kabupaten kota dan provinsi yang secara langsung dapat diberikan kepada rakyat. Disalurkan melalui bantuan sembako setiap bulan pada masyarakat yang membutuhkan dan kebijakan ini tentunya akan sangat bisa membantu rakyat Bali yang saat ini masih merasakan dampak covid-19,”imbuhnya.
Seperti diketahui, bahwa Covid-19 juga beluam berakhir sebab, pemerintah sendiri belum memutuskan dari status pandemi menjadi endemi belum diputuskan. Bahkan setiap harinya data kasus masih tetap ada termasuk kasus meninggal dunia. Dampaknya bukan saja Bali melainkan dunia juga terdampak sehingga terjadi krisis ekonomi dunia.
“Oleh karenanya, ditengah kebangkitan ekonomi Bali pasca pandemi, pemerintah tidak bisa berbuat yang lain ditengah krisis ekonomi, semua pihak harus bergandengan tangan untuk membantu kebijakan pemerintah pusat dan Bali sebagai daerah tujuan wisata segera kembali pulih dan ekonomi Bali stabil,”pungkasnya. (arn/jon)








