
DENPASAR – Ketinggalannya prestasi dunia buluangkis di Bali dibandingkan dengan di Pulau Jawa kini mulai dibedah Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya. Sosok pria yang sudah menjadikan putrinya Made Pranita Sulistya Devi sebagai pemain level nasional itu menilai sejatinya hal itu hanya kekalahan di faktor kuantitas.
“Artinya kalau pebulutangkis muda Bali secara kualitas individu tidak kalah dengan pebulutangkis di Jawa. Hanya menangnya pebulutangkis di Jawa lebih banyak atau kuantitas jam maupun jadwal berlatihnya jauh lebih padat,” ungkap Wayan Winurjaya di Denpasar, Selasa (22/8/2022).
Bahkan pebulutangkis di Jawa totalitas untuk menjadi pebulutangkis level nasional begitu besar.
“Mereka di Jawa jika sudah berlatih sangat total bahkan bisa jadi sekolah atau akademis menjadi nomor dua. Latihan mereka fokus bisa sampai 10 kali dalam seminggu. Sementara bedanya di Bali jika ada pebulutangkis muda potensial masih harus terhadang masalah masuk sekolah atau lainnya,” tegas Winurjaya.
Perbedaan inilah yang disebutkannya memberikan pengaruh besar untuk kemajuan seorang pebulutangkis di Jawa bisa melesat.
“Saya yakin jika apa yang dilakukan di Jawa sama dengan di Bali maka Bali akan banyak memiliki pebulutangkis berkualitas. Contohnya Komang Cahya yang kini menghuni pelatnas, bertandingnya sampai ke luar negeri dan mulai mengalahkan beberapa pebulutangkis luar negeri,” papar Winurjaya.
Berangkat dari semua itu, Winurjaya dkk di PBSI Bali bakal merancang Pelatihan Provinsi (Pelatprov) bulutangkis yang memiliki metode seperti yang dilakukan daerah-daerah yang memiliki pebulutangkis Tangguh.
“Nanti kami konsep dulu yang matang termasuk dari sisi persiapan demi pebulutangkis Tangguh Bali di masa mendatang,” demikian Winurjaya. (ari/jon)








