
DENPASAR – Museum Pasifika turut serta menyemarakkan Peed Aya (pawai) Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44, Minggu (12/6/2022). Momentum tersebut dipakai kesempatan menyajikan karya sarat pesan dalam upaya pelestarian menjaga sumber-sumber mata air.
Itu sesuai tema PKB : “Danu Kerthi : Huluning Amreta yang dimaknai Memuliakan Air Sebagai Sumber Kehidupan.
Philippe Augier selaku Pendiri Museum Pasifika memberikan apresiasi karena dilibatkan dalam pawai PKB tahun 2022.
“ Melalui garapan yang berkolaborasi dengan sanggar Paripurna, Gianyar, kami ingin menyampaikan pesan yang intinya betapa penting aksi-aksi nyata dalam menjaga sumber-sumber mata air. Lingkungan yang menjadi kelangsungan kehidupan manusia menjadi penting untuk diselamatkan,” ungkap Philippe saat dikonfirmasi, Rabu (15/6/2022).
Philippe Augier bersama Made Sidia selaku pimpinan Sanggar Paripurna menampilkan kreasi seni 11 lukisan pilihan bersejarah untuk dapat dilihat oleh masyarakat luas, meliputi : Lukisan Raden Saleh,Lukisan I Gusti Ngurah , Kobot,Lukisan Basuki Abdullah,Le Mayeur,Auke Sonega,Miguel Covarrubias,Hendra Gunawan,Theo Meier,Nyoman Gunarsa,Dewa Putu Bedil,Romualdo Locatelli. Ada 150 peserta yang mendukung garapan kreasi saat pawai.
Saat ini, kata Philippe Augier, apa yang terjadi terhadap lingkungan kita adalah mulai mengalami eksplorasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga terjadi ketidak seimbangan dari ekosistem dan rantai-rantai kehidupan, terutama yang berkaitan dengan eksistensi air.
Dewi Danu sebagai penguasa Danau Batur merasa sedih melihat fenomena ini, bersama para dayang dan rakyat, Dewi Danu mengadakan ritual terhadap sumber-sumber air, dengan tujuan menjaga, melestarikan, demi kelangsungan kehidupan yang damai dan sejahtera, karena air adalah salah satu sumber kehidupan dari segala makluk yang hidup di muka bumi.
“Tidak hanya cukup mengadakan upacara atau ritual saja, melainkan lebih ditekankan pada implementasi secara nyata, dalam memelihara dan menjaga sumber-sumber air, agar dapat digunakan bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi dapat berkesinambungan untuk generasi selanjutnya. Dengan tindakan nyata menjaga kebersihan sumber air, itulah sesungguhnya yang dimaksud dengan implementasi dari Danu Kerthi,” ungkap Philippe.
Ia mengharapkan melalui garapan seni ini masyarakat lebih tertarik akan karya seni lukisan ,sama halnya selalu tertarik kepada air sebagai sumber kehidupan.
Untuk diketahui, acara pembukaan Pesta Kesenian Bali Minggu 12 Juni 2022 lalu disaksikan secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Tito Karnavian ,Menteri Parekraf Sandiaga Uno,Gubernur Bali Wayan Koster ,dan Pejabat Daerah Bali lainnya.(sur)








