
JEMBRANA – Jembrana menghasilkan 200 ton lebih sampah per harinya. Sejak 2019 penanganan sampah di masyarakat, rumah tangga, pasar, termasuk di tempat pembuangan akhir (TPA) Peh, pengelolanya dikerjasamakan melalui program Stopping Tap on Ocean Plastics (STOP).
Bahkan program STOP yang baru mengcover penanganan sampah termasuk sampah plastik, dengan cakupan di dua kecamatan, telah ditempatkan pula mesin pemilah, melalui hibah program STOP yang bermarkas di Singapura.
Untuk memperluas cakupan penanganan sampah hingga ke tingkat Desa/Kelurahan, Desa Adat, Lembaga Pendidikan, tempat kerja dan tempat usaha, sekaligus menuju Jembrana KEDAS (Keren Tidak Ada Sampah).
Melalui Program STOP dan Partner PT Systemic, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jembrana, termasuk desa dan desa adat di seluruh Jembrana, Senin (6/6/2022) di-launching instruksi Bupati Jembrana Tahun 2022.
Yakni tentang pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa/Kelurahan, Desa Adat, Lembaga Pendidikan, tempat kerja dan tempat usaha bertempat di Angkringan Jembrana Bahagia.
Launching instruksi Bupati tersebut, sekaligus dibuka pula Lomba Pesona KEDAS (Keren Tidak Ada Sampah) hingga penandatanganan kesepahaman memerangi sampah, bersama seluruh stakeholder yang peduli terhadap lingkungan.
Launching dihadiri Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, jajaran Forkopimda, Direktur Program STOP dan Partner PT Systemic Joi Danielson, Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia, Region Bali Nusra, hingga Camat, perbekel dan bendesa termasuk stakeholders penanganan persampahan desa/kelurahan se-Kabupaten Jembrana.
“Penanganan sampah ini sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian alam jembrana sesuai Visi- Misi Kabupaten Jembrana (Jagat Kerthi) yaitu penataan alam untuk sumber kehidupan dan kebahagiaan,” jelas Bupati.
Dengan adanya dukungan dari Non-Governmental Organization atau NGO Pemerintah Kabupaten Jembrana menjadi sangat terbantu dalam menangani masalah sampah. “Hari ini kita sangat berbahagia sekali, kita dibantu oleh teman-teman NGO internasional Alliance dan PT Systemic. Systematic ini sudah mempunya program STOP di kabupaten Jembrana,” bebernya. (ara,dha)








