
GIANYAR – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) digadang-gadang menjadi jalan keluar masifnya politik indentitas yang mengancam kelangsungan hidup bernegara.
Hal itu didengungkan Ketua DPD I Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry saat membuka pendidikan partai politik di Sekretariat DPD II Golkar Gianyar, Rabu (1/6/2022) sore.
Sugawa Korry mengatakan, pimpinan Golkar pusat melakukan langkah-langkah untuk memecah kebuntuan politik. Dominasi politik indentitas gang dalam beberpa periode ini menyelimuti dan dikhawatirkan akan mengerogoti kualitas demokrasi.
Dengan Koaliasi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, Partai Islam modern dan Islam tradisional diyakini akan memberikan kasanah baru alam demokrasi bangsa dengan mengedepankan politik gagasan.
“Setiap zaman ada orangnya, setiap orang ada zamannya. Kita optimis tahun 2024 menjadi tonggak kembalinya zaman Partai Golkar,”ujar Sugawa Korry.
Sugawa Korry mengajak seluruh kader untuk mensosialisasikan agenda dan suksesi partai sesuai hasil munas serta terus menggaungkan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto yang dimandatkan menjadi pimpinan nasional.
“Karena pertimbangan, simbol partai, kualitas hingga kapasitas kader, sosok Airlangga tidak diragukan lagi. Namun demikian, melihat dinamika yang terus bergulir, seluruh kader partai menyerahkan sepenuhnya ke pimpinan partai nantinya,” ungkapnya.
Mengenai implementasi KIB di Pulau Dewata, Sugawa Korry menegaskan tidak ada masalah. Terlebih, KIB masih membuka pintu lebar-lebar dengan partai lain. Karena pada dasarnya, keharmonisan antara partai di Bali terus terjalin namun selama politik identitas di gaungkan semua partai di Bali kena imbasnya.
“Karena itu, KIB di Bali akan berjalan solid dan diharapkan menjadi pilihan cerdas masyarakat untuk memilh kepemimpinan nasional,”tegasnya.
Diakui pula, dalam Pileg dan Pilpres yang berbarengan ini tentunya ada strategi khusus oleh masing-masing partai. Namun karena objek pilihannya yang berbeda, diyakini KIB justru akan menjadi koalisi yang saling menguntungkan.
“Tentunya kami di masing-masing partai memiliki agenda dan strategi. Dan koalisi ini tentunya akan saling mengkatrol,”tandasnya.
Khusus untuk suksesi Pilkada di Bali maupun di Gianyar, pihaknya mengaku sudah memiliki kerangkanya. Namun harus menunggu hasil Pemilu 2024 yang akan menjadi landasannya.
“Kami di Gianyar target 10 kursi di DPRD Gianyar. Dari pencapaian di Pileg 2024 baru kita bicara suksesi pilkada,” ucapnya. (jay)








