
DENPASAR – Tahapan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024 baru akan dimulai Agustus 2022 mendatang. Namun, partai Golkar Bali sudah melakukan persiapan lebih awal dan terus memanaskan mesin partainya dengan berbagai kegiatan. DPD Golkar Bali mulai mengaet ratusan petani selain diberikan pembekalan pelatihan bertani dan berkebun, Golkar Bali ajak petani untuk mendukung calon presiden Airlangga Hartarto yang akan diusung partai Golkar pada Pilpres 2024.
Bahkan, Wantilan Sekretariat DPD Golkar Bali, Senin (30/5/2022) bergema saat yel-yel ratusan petani yang menyatakan kesiapannya mendukung dan siap memenangkan Airlangga Hartarto sebagai presiden pada pilpres 2024. Teriakan yel-yel dukungan petani kepada calon presiden yang akan diusung partai Golkar dipimpin langsung oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry. Politisi Golkar Buleleng yang juga Wakil Ketua DPRD Bali nampak semakin semangat karena petani yang diundang hanya 200 orang tetapi yang hadir lebih dari 300 orang dari berbagai kelompok tani di Bali.
Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry membeberkan keterpurukan ekonomi Bali selama pandemi Covid-19. Saat Covid-19 memuncak di Bali, pertumbuhan ekonomi Bali minus 12 persen. Berbagai upaya juga dilakukan partai Golkar Bali guna mengatasi persoalan ekonomi di Bali melalui berbagai webinar yang intinya menghasilkan kesimpulan bahwa di Bali harus dibangun keseimbangan baru struktur ekonominya dengan membangkitkan sektor pertanian.
“Golkar tidak cukup dengan rumusan saja melainkan harus dengan tindakan nyata dalam membangun ekonomi pertanian yang lebih maju dan memberikan manfaat secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani,”tegasnya.
Sebagai langkah nyata yang dilakukan, DPD Golkar Bali membantu petani dengan pemberian jenis tanaman yang memiliki pasar eksport dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Seperti membantu pemberian 50 ribu bibit alpukat kualitas eksport dan vanili yang juga menjadi komoditi eksport. Diharapkan setelah dua tahun kedepan, bantuan bibit yang diberikan sudah bisa menghasilkan buah yang berkualitas eksport dan nilai jual dengan harga yang tinggi.
Mewujudkan impian petani, ratusan petani langsung diberikan pelatihan okulasi tanaman alpukat yang melibatkan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hortikultura Provinsi Bali dan memberikan pelatihan cara registrasi kebun yang dimiliki petani. Dengan kebun petani teregistrasi akan memberikan jaminan secara pasti bahwa hasil kebun yang diproduksi sudah memenuhi persyaratan untuk di eksport.
Sugawa Korry mengatakan selama ini jarang petani yang memperhatikan registrasi kebun petani. Bahkan pemerintahpun sering melupakan hal seperti ini.
“Selama ini registrasi kebun diabaikan oleh pemerintah. Padahal hal registrasi kebun ini yang paling hakiki dan penting karena kebun masyarakat dengan berbagai jenis yang diproduksi. Kalau tidak teregistrasi hasilnya tidak dipandang layak sebagai komoditi eksport sehingga kita katih caranya untuk registrasi kebun untuk mendapatkan sertifikat, hasil produksinya menjadi layak sebagai komoditi eksport,”pungkasnya.
Sementara penyuluh pertanian dari Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Paksi Bali Deva menyampaikan sampai saat ini yang sudah teregistrasi didominasi oleh tanaman buah naga dan kebun buah manggis. Sehingga kedua jenis buah ini sudah menjadi buah komoditi ekpsort.
Menurutnya registrasi kebun milik petani ini bisa dilakukan yang diawali dari pendaftaran dan dapat dilakukan secara online.
“Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan dalam form ada seratus pertanyaan yang harus dijawab,”katanya.
Kendalanya selama ini oleh petani dalam menindaklanjuti registrasi kebun ini yakni pencatanan oleh petani itu sendiri. Sebab, untuk menjawab seratus pertanyaan yang disampaikan ke petani semuanya diperoleh dari hasil pencatan yang dilakukan petani mulai dari pengadaan bibit, proses dan waktu tanam, pemupukan serta perawatan dan pemeliharaan tanaman hingga berbuah harus ada catatannya.
“Kalau bertani dan berkebun saya yakin petani jauh lebih pintar dari penyuluh tetapi administrasi yang sering dilupakan. Selama ini, pencatatan oleh petani yang diabaikan dan registrasi kebun ini penting untuk mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan pemerintah bahwa hasil produksinya memang berkualitas dan memenuhi syarat untuk dieksport,”pungkasnya. (arn/jon)








