
DENPASAR – Keinginan masyarakat Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada tahun anggaran 2022 ini, belum bisa diwujudkan untuk mendapatkan bantuan pembangunan gedung sekolah baru dari Pemerintah Provinsi Bali. Hal itu dikarenakan ketersediaan anggaran dari dana APBD Bali tahun 2022 belum dianggarkan. Sehingga harapan untuk segera dibangun gedung sekolah SMA dan SMK negeri baru di Kuta selatan belum bisa diwujudkan.
“Saya sudah dapat berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Provinsi, tahun ini kita belum bisa mewujudkan usulan masyarakat Kuta Selatan. Anggaran belum ada, melihat situasi Pandemi Covid-19 yang melumpuhkan semua sendi perekonomian Bali. Kita berharap perekonomian Bali kedepan bisa membaik dan tahun depan bisa diwujudkan pembangunannya,”ujar anggota Komisi II DPRD Bali Ketut Tama Tenaya, Kamis (19/5/2022).
Tama Tenaya mengatakan rencana pembangunan sekolah baru SMA dan SMK negeri sesuai usulan masyarakat dalam setiap kegiatan reses yang dilaksanakan anggota DPRD Bali Dapil Badung terutama di Badung selatan, rencana dibangun di perbatasan wilayah Jimbaran dan Unggasan. Saat ini pihak Pemprov Bali sudah melakukan sejumlah survey lokasi pembangunan yang akan memanfaatkan aset Pemprov di wilayah perbatasan Jimbaran dan Unggasan.
Warga Kuta Selatan Usulkan Pinjam Kelas dan Penerimaan Siswa Baru Bisa Berjalan
Sesuai pengalaman dalam penerimaan siswa tingkat SMA dan SMK di Kuta Selatan, apalagi penerimaan melalui jalur zonasi, warga dari Jimbaran dan Unggasan pasti tidak bisa masuk tersingkir dari zonasi. Hal itu dipastikan kalah bersaing dengan jarak dibandingkan warga yang lokasinya lebih dekat dengan sekolah.
“Kalau pakai zonasi, warga Jimbaran dan Ungasan pasti menjadi wilayah blank, ratusan siswa tidak ada yang bisa masuk diterima di sekolah negeri baik SMA maupun SMK yang ada di Jimbaran,”jelasnya.
Hal yang sama juga terjadi di wilayah Nusa Dua. Saat ini ada dua sekolah SMA Negeri dan satu sekolah SMK Negeri. Ada usulan pembangunan sekolah SMA Negeri yang rencananya menjadi SMA Negeri 3, juga terkendala dana. Rencana pembangunan gedung dan sekolah baru di Nusa Dua, Badung selatan juga belum bisa direalisasikan tahun ini. Anggarannya belum siap sementara lahan sudah ada dan siap dipakai untuk pembangunan gedung sekolah baru.
Tama Tenaya menambahkan, usulan masyarakat tahun ajaran 2022 ini diharapkan sudah bisa menerima siswa baru. Kalau pembangunan belum bisa dilaksanakan Dinas Pendidikan Provinsi Bali bisa pinjam kelas pada sekolah lain. Seperti halnya yang dilakukan di sekolah SMA Negeri di Denpasar tepatnya di wilayah Padangsambian Klod.
Penerimaan siswa tetap dilaksanakan pada tahun ajaran yang lalu dan saat proses belajar mengajar berjalan, pihak sekolah memanfaatkan sekolah SMA Negeri 1 Kuta yang ada di wilayah Seminyak. Seiring dengan tahun ajaran berjalab pembangunan gedung sekolah baru sudah digarap dan saat ini sedang penyelesaian.
“Kami harapkan untuk di Nusa Dua bisa dilakukan pinjam kelas dulu sehingga penerimaan siswa baru sudah bisa dilaksanakan pada tahun ajaran 2022 ini dan anak-anak yang tamatan SMP sudah bisa tenang dan pasti bisa sekolah di negeri dengan biaya yang lebih ringan,”pungkasnya. (arn/jon)








