
BADUNG.- KONI Bali harus menghargai keinginan Gubernur Bali agar Pekan Olahraga Provinisi (Porprov) Bali sukses dan diikuti sebanyak mungkin atlet. Dalam kondisi prihatin, Gubernur dan Bupati/Walikota se-Bali memberikan perhatian besar demi perhelatan dua tahunan olahraga tersebut sukses, dan banyak atlet bertanding.Harapan itu diutarakan Ketua Umum KONI Badung Made Nariana di KONI Badung, Rabu (18/5/2022).
Menurutnya, aspirasi KONI Kabupaten/Kota dan Pengprov cabang olahraga (cabor) yang minta supaya atlet dapat main sebanyak-banyaknya ditanggapi dengan kurang bijaksana. Misalnya, kalau aturan lama dipakai, kelas atau nomor yang bisa dipertandingkan jika diikuti lima peserta dari kabupaten/kota yang berbeda di Bali.
Dengan aturan itu maka banyak cabor dan atlet tidak dapat dimainkan. Imbasnya peserta akan berkurang, dan Porprov tidak dapat dikatakan sukses. Dan KONI Bali terkesan memberikan jawaban: “Nak mule keto uling pidan (dari dulu ya begitu, red).
“Ini jelas pemikiran kurang maju dan tidak mau melakukan terobosan baru, demi kepentingan Bali ke depan”, kata Nariana.
Selain itu, anggota Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali itu juga berharap, pengurus KONI Bali mengambil sikap baru, memberikan kesempatan kepada semua atlet dengan prestasi tingkat apa pun tetap main di Porprov. Sebelumnya atlet dengan prestasi nasional, dan internasional tidak boleh ikut Porprov dengan alasan memberikan kesempatan kepada generasi baru.
“Hal itu tidak adil lantaran akan muncul juara kembar yang semu di kalangan atlet dalam satu nomor. Biarkan atlet bersaing dengan fair sesuai dengan motto olahraga. Selain itu banyak hal perlu dibenahi dalam pelaksanaan Porprov, supaya dana yang diberikan pemerintah dapat dipergunakan sebaik-baiknya,” tambah Nariana.
Mantan Ketua Umum KONI Bali itu mengaku bangga dengan prestasi Bali dalam PON Papua, dengan mendapat ranking 5, namun kebanggaan itu harus tetap dijaga, sehingga mampu memiliki prestasi yang sama dalam PON Sumut dan Aceh tahun 2024. Bibit-bibit baru akan didapatkan dalam Porprov tahun 2022, dengan memberi kesempatan banyak mungkin atlet bertanding. (ari/jon)








