
BADUNG – Setelah sebelumnya beberapa cabang olahraga (cabor) menyoroti KONI Bali terkait dengan aturan nomor yang dipertandingkan di Porprov Bali XV/2022 minimal diikuti 5 kabupaten/kota, kini sorotan datangnya dari KONI Kabupaten Badung. Pertimbangannya, tidak menutup kemungkinan dari nomor yang sedikit pesertanya nantinya akan muncul atlet PON.
“Porprov Bali juga merupakan dari arah pembinaan dengan muara muncul atlet-atlet yang nantinya memperkuat Bali ke PON. Lho ini KONI Bali malah tidak mempertandingkan nomor pertandingan yang pesertanya kurang dari lima atlet dari lima kabupaten/kota di Bali. Padahal memungkinkan justru dari situ muncul wakil Bali ke PON,” tutur Ketua Umum KONI Badung Made Nariana, saat pelatihan pelatih cabor di bawah KONI Badung, di Jimbaran baru-baru ini.
Tak dipungkiri mantan Ketua KONI Bali itu. pada Rapat KONI Bali dengan KONI Kabupaten/kota se-Bali, sudah banyak yang menentang kebijakan KONI Bali yang hanya mempertandingkan nomor cabor yang diikuti sedikitnya lima atlet dari lima kabupaten/kota di Bali.
“Saat rapat itu sudah saya sampaikan dan didengar oleh Pak Suwandi (Ketum KONI Bali saat itu) dan Pak Oka Darmawan (Ketum KONI Bali sekarang.red). Tetapi kok tetap saja ketentuan tersebut masih belum dicabut,” kata Nariana dengan nada tanya.
Sementara pelatihan pelatih yang digelar KONI Badung berlangsung 13-14 Mei 2022 diikuti 90 orang pelatih dari 45 cabor di bawah KONI Badung. Tujuannya agar mereka segera mempersiapkan atletnya yang bakal memperkuat Badung ke Poprov Bali, November 2022 mendatang.
Nariana menambahkan, sejumlah daerah di Bali kekurangan dana untuk mengirimkan atletnya ke ajang Porprov Bali. Bahkan lanjutnya, ada daerah yang sama sekali belum ada kucuran dana dari APBD-nya. Pertimbangan itulah KONI Badung menolak jika KONI Bali hanya mempertandingkan nomor cabor yang diikuti minimal lima atlet dari kabupaten/kota berbeda.
Pasalnya, di SEA Games Vietnam yang tengah berlangsung, ada satu nomor yang hanya diikuti tiga atlet dari tiga negara tapi dipertandingkan juga. (ari/jon)








