Perangi Polusi Sampah Plastik, IKEA Bali Produksi Produk Daur Ulang Sampah

0
130
Produk daur ulang dari sampah karya IKEA sebagai upaya mengurangi polusi sampah plastik

BADUNG – Keberadaan sampah di Bali terutama sampah plastik kian memprihatinkan dan berpengaruh besar terhadap lingkungan di Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia. Hampir setiap tahun tumpukan sampah plastik terjadi disepanjang pantai di di Bali dan paling parah terjadi pada pantai Kuta. Banyaknya sampah plastik bukan hanya datang dari aliran sungai yang ada di Bali melainkan sampah plastik yang tersebar di sepanjang pantai di Bali juga datang sebagai sampah kiriman dari luar Bali seperti Banyuwangi, Lumajang dan wilayah lainnya.

Hal ini dibuktikan dari 220 jenis merk sampah dari berbagai label produk yang tertera dalam sampah plastik tersebut. Hal ini kian mengkhawatirkan akan kebersihan lingkungan di Bali kalau persoalan sampah plastik tidak bisa diklola dengan baik apalagi, Agustus mendatang TPA Suwung akan ditutup sebagai tempat pembuangan sampah.

Hal itu diungkapkan Co-Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, dalam acara peluncuran produk ramah lingkungan, KASEBERGA IKEA Bali di Istana Kuta Galeria, Jumat (13/5/2022).Sampah plastik pada musim hujan sawah dan sungai penuh samplastik. Menurutnya banyaknya sampah di sepanjang pantai di Bali dan hampir terjadi pada musim hujan lebih besar dibawa oleh aliran sungai.

Menjelang pelaksanaan G20 yang akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan, pihaknya menilai keberadaan lingkungan masih jorok. Oleh karenanya, supaya sampah plastik tidak sampai lolos ke laut pihaknya telah memasang 135 jaring pada aliran sungai di Bali

“Kita berharap sampah plastik tidak sampai lolos ke laut dan hampir 90 persen sampah plastik yang lolos ke laut berasal dari aliran sungai,”ujarnya.

Garry yang dikenal sebagai penjaga sungai di Bali, bersama keluarganya membersihkan dan memungut sampah di pantai tanpa mengenal lelah demi terjaganya lingkungan yang bersih. Garry juga mengingatkan, membersihkan sungai bukan solusi tetapi bagaimana kepedulian sesama akan kebersihan semua sungai yang ada di Bali.

“Semua harus kembali pada diri sendiri. Masyarakat harus terus diedukasi dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari sampah. Sebab di Bali, belum semua desa memiliki TPS dan tidak semua orang mau ikut peduli dengan sampah,”katanya.

Sementara Country Manager IKEA Indonesia, Dyah Fitrisally, menyampaikan sesuai visi IKEA, menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Menurutnya sejalan dengan visi tersebut, IKEA selalu berkomitmen untuk menghadirkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya.

“Kali ini, IKEA berkolaborasi dengan World Surf League (WSL) untuk menghadirkan koleksi yang terinspirasi oleh gaya hidup peselancar dunia yang dekat dengan laut dan sadar untuk mendukung planet yang lebih bersih,”ujarnya.

Dijelaskannya terinspirasi dari gaya hidup para peselancar, Produk KÅSEBERGA terdiri dari tas, kursi pantai, peralatan makan, topi, handuk, dan aksesoris yang terbuat dari bahan ramah lingkungan dan desain yang fungsional untuk menjawab kebutuhan dan keinginan kehidupan sehari-hari active people yang sehat, berkelanjutan dan mobile.

“Kami menyediakan solusi untuk membantu anda dalam mengatur barang-barang, alat olahraga sederhana perabotan dan barang-barang dekoratif yang membuat anda merindukan laut dan semuanya dibuat dengan rasa hormat pada alam kita dengan harga yang terjangkau,”pungkasnya. (arnn/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 1 =