
DENPASAR – Ditengah latihan rutin para fighter di Bali, even-even nasional muay thai kini sangat ditunggu-tunggu Pengprov MI Bali. Hal ini berkaitan dengan persiapan para fighter Bali yang nantinya bakal diturunkan pada ajang pra PON 2023.
Hal ini penting lantaran dengan adanya even-even nasional maka fighter Bali bisa turun dan mengukur perkembangan kualitasnya selama melakukan latihan selama ini. Termasuk membaca kekuatan fighter dari provinsi lainnya sehingga jika ada even nasional Muay thai digelar, maka kekurangan dan kelemahan bisa dilakukan pembenahan demi persiapan maksimal.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) MI Bali Wayan Suwita, sampai sejauh ini masih belum ada tanda-tadna dari Pengurus Besar (PB) MI merilis gelaran even nasional di tahun 2022 ini, baik itu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atau Liga Nasional (Liganas). Selain belum ada agenda Nasional, Suwita juga menyayangkan pada ajang SEA Games Hanoi, Vietnam sekarang ini cabang olahraga (cabor) Muaythai tidak dipertandingkan.
Padahal khusus Bali sendiri memiliki andalan kategori seni yakni Luh Mas Sri Dianawati yang pada PON Papua lalu berhasil menyabet medali perak yang pastinya memiliki peluang meraih medali di SEA Games Vietnam.
“Kami memang sangat menunggu adanya even level nasional searang ini karena memang fighter kami di Bali membutuhkan semua itu, demi perbaikan kualitas teknik, peningkatan prestasi dan ada ajang kejuaraan yang bisa membangkitkan motivasinya. Paling utama mereka tidak jenuh belatih terus dan bertanding hanya di level lokal Bali saja melainkan juga even atau kejuaraan utamanya level nasional,” tegas Suwita di Denpasar, Kamis (12/5/2022).
Terlepas dari sepinya even level nasional lanjut Suwita, proses pembinaan di daerah di Bali harus jalan terus. Terdekat Bali malah Bali bakal memiliki hajatan besar yakni Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Bali yang akan memperebutkan 25 medali emas, untuk cabor muay thai.
Dewan Guru Muaythai Nasional itu mengingatkan seluruh kabupaten/kota di Bali wajib mempersiapkan atletnya dengan baik guna perebutan medali pada Porprov. Apalagi mengacu dari hasil Bupati Klungkung Cup lalu, peta persaingan antar kabupaten/kota dinilaina cukup ketat. (ari/jon)








