
DENPASAR – Pengkab/pengkot FORKI di seluruh Bali kini masing menunggu gebrakan Ketua Umum (Ketum) Pengprov FORKI Bali anyar yakni Armand Setiawan. Ketum tergolong muda dan enerjik ini memang tak diragukan kiprahnya selama ini, baik dalam menyiapkan fasilitas untuk TC para karateka Bali sebelum berlaga di PON Papua 2020 lalu sampai turut membantu dari sisi pendanaan saat karateka PON beruji coba keluar Bali silam. Bahkan sampai saat itu dipercaya dan ditunjuk menjadi manajer tim karate PON Bali saat itu, semuanya dijalankan dengan bagus.
Meski demikian, manajer yang turut mendampingi tim karate PON Bali di Papua itu sukses meraih 2 emas, namun dengan jabatan lebih tinggi sebagai Ketua Umum sekarang ini, tetap ditunggu kiprahnya dengan membawa dunia karateka Bali ke depan lebih bagus lagi. Bak dari sisi teknis maupun keorganisasian selama ini. Terutama sinergitas dengan FORKI di daerah seluruh Bali.Salah seorang ang menantikan itu yakni Ketua Komisi Wasit KKI Bali Nengah Sudana Wiryawan.
“Kepengurusan FORKI Bali periode 2022-2026 cukup gemuk. Banyaknya personil yang mengisi daftar kepengurusan FORKI Bali kami harapkan dan kami minta mampu bekerja maksimal dalam memajukan dunia olahraga karate di Pulau Dewata,” kata Sudana Wiryawan di Denpasar, Kamis (12/5/2022).
Disebutkannya, selama masa pandemi covid-19, program-program Pengprov turun blusukan ke kabupaten/kota memang kurang. Diharapkannya dengan melandainya kasus covid-19, Pengprov dapat membuat even-even yang mendorong keikutsertaan kabupaten/kota seluruh Bali. Dengan demikian, akan banyak bibit-bibit potensial yang mampu terjaring untuk go Nasional.
Di lain pihak, Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Tabanan I Made Nurbawa lebih menarankan agar FORKI Bali wajib menjawab tantangan dalam pembenahan organisasi.
“Pembenahan organisasi itu sangat banyak tapi muaranya tetap dengan menjalin keharmonisan selalu dengan semua FORKI kabupaten/kota seluruh Bali.
“Kalau harmonis ya mungkin sudah terjadi selama ini, hanya tinggal meningkatkan atau mempererat saja. Komunikasi dan koordinasi juga ttap harus dijaga dan selalu melibatkan FORKI daerah di Bali disetiap kegiatan. Kalau semua itu berjalan dengan bagus saya rasa ke depannya juga akan menghasilkan prestasi yang bagus juga,” demikian Nurbawa. (ari/jon)








