
JEMBRANA – Selama dua hari kedepan, 217 kepala kewilayahan di tingkat banjar/dusun (kadus) mendapat bimbingan teknis (bimtek) terkait Pengembangan Desa Digital dan Desa Wisata.
Bimtek berlangsung di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa (10/5/2022) dibuka langsung sekaligus mendapat pengarahan Bupati I Nengah Tamba didampingi Wabup IGN Patriana Krisna beserta Kepala Dinas Pemberdayaan Pemerintahan Desa (PMD) I Made Yasa, selaku penyelenggara bimtek.
Bupati Tamba menyampaikan dalam penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Jembrana diperlukan adanya sinergitas antara visi, misi dan program Kepala Daerah dengan Pemerintah Pusat, Provinsi Bali dan perangkat daerah termasuk perangkat di desa.
“Dengan RPJMD Semesta Berencana ini diharapkan menghasilkan perkembangan pembangunan yang bermanfaat dan dapat membuat masyarakat Kabupaten Jembrana lebih bahagia dan menuju Jembrana Emas Tahun 2026,” jelasnya.
Bupati Tamba menambahkan pembangunan daerah yang berkelanjutan adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri dan bahagia. Menurutnya, pembangunan sebagai suatu proses berkelanjutan harus secara konkret dapat meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan serta memperkuat kemandirian.
“Yang diperlukan saat ini adalah kemampuan daerah dalam mengembangkan, memanfaatkan peluang dan menerapkan pengetahuan termasuk didalamnya penerapan sistem informasi teknologi yang salah satunya akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa,”paparnya.
Dijelaskan Bupati Tamba, saat ini desa sudah mengelola keuangan cukup besar, memanfaatkan dana-dana yang terdapat di desa, harus dikelola dari perencanaan pelaksanaan dan pengawasan. Dengan melibatkan semua komponen masyarakat di desa.
“Tingkatkan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa dengan mencermati potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Pemerintahan Desa (PMD) I Made Yasa mengatakan sebagai perangkat Desa pelaksana kewilayahan di tingkat Banjar, Kelian Dinas mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri dalam menghadapi tantangan kemajuan pembangunan yang semakin meningkat.
“Kedepan Kelian Dinas bisa berperan lebih besar dalam mengawal tercapainya tujuan pembangunan yang telah ditetapkan,baik di tingkat kabupaten sampai tingkat desa yaitu mewujudkan masyarakat yang bahagia,” terangnya.
Dijelaskan Made Yasa penyelenggaraan bimbingan teknis kali ini melibatkan 217 kelian dinas se-Kabupaten Jembrana, dengan mengambil tema Pengembangan Desa Digital dan Desa Wisata, bebernya. (ara,dha)








