
TABANAN – Mencegah adanya supir truk maupun bus ugal-ugalan serta awaknya karena pengaruh obat-obatan terlarang dan Narkotika, Jajaran Res Narkoba Polres Tabanan melakukan tes acak urin supir truk, bus maupun kenek di pos pelayanan terpadu Idul fitri 1443 H atau 2022 Masehi di Selabih,, Selemadeg Barat, Kamis (28/4/2022). Hasilnya, seorang kenek truk diperiksa intensif karena urinenya mengandung amfetamin (zat yang ada di sabu).
Awalnya, petugas gabungan dibawah komando Kasat Res Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiarna Putra menghentikan supir maupun kenek bus dan truk yang menuju arah Jawa. Mereka langsung diarahkan untuk tes urine untuk memastikan bebas dari pengaruh Narkoba. Sebanyak 27 sampel urine diperiksa petugas. Hasilnya, urine kenek truk Nopol K 9606 EP Yonky Yuma Putra Pratama (35) asal Jember, Jawa Timur mengandung amfetamin setelah diperiksa cepat.
Sejak awal petugas memang sudah mencurigai Yonky. Wajahnya agak kusut dna sayu. Yang paling kentara , dia yang diperiksa nomor urut 23, urinenya paling mencurigakan karena berbuih terus. Ketika diperiksa ternyata memang benar mengandung zat sejenis amfetamin.
Awalnya Yonky mengelak menggunakan narkoba. Dia berdalih sebelumnya meminum arak Bali pemberian temannya yang sebelumnya ke Bali.
“Saya sebelumnya minum arak pemberian teman saya datang dari Bali, saya hanya minum sedikit satu sloki saja,” ucapnya berusaha membantah telah menggunakan narkoba.
Namun petugas tidak kehilangan akal. Apalagi hasil tes urine menunjukan positif mengandung sejenis amfetamin. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di tubuh maupun di kendaraan truk dan tas yang dibawa. Petugas tidak menemukan narkoba jenis apapun. Namun dari HPnya petugas menemukan chat yang menunjukan dia memesan atau diminta mengambil narkoba oleh seseorang di wilayah Jember.
“Kami periksa dulu, untuk mengungkap jaringannya. Karena tidak ditemukan bukti barang, dia hanya menggunakan saja,” jelas AKP Sudiarna Putra.
Dia menambahkan, kegiatan pemeriksaan urin pengemudi angkutan umum tersebut merupakan kegiatan imbangan dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2022 ini. Pihaknya mengharapkan pengemudi truk , bus serta anaknya bebas narkoba dna tidak ugal-ugalan di jalan.
“Intinya kami ingin keselamatan penumpang yang utama,” tandasnya seraya menyebutkan akan rutin melakukan hal serupa. (jon)








