
JEMBRANA – Musim penghujan, Pantai Teluk Gilimanuk dibanjiri sampah kiriman. Tak heran jika sampah kiriman tersebut, membuat pemandangan kumuh di pantai yang telah menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW).
Pantauan Senin (28/3/2022), sampah plastik bercampur sampah botol bekas, ranting kayu terbawa banjir dan ombak laut menutupi hampir sebagian pantai di ujung barat Pulau Bali tersebut.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Toni Wirahadikusuma dikonfirmasi mengakui selama musim penghujan beberapa titik pantai di Kelurahan yang dipimpinnya tercemar oleh sampah kiriman pasca banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pihaknya terus berupaya melakukan pembersihan, bersama masyarakat. “Kita giat bersih-bersih setiap Jumat pagi. Tapi terbatasnya staf di kelurahan sehingga harus bergiliran melakukan pembersihan di titik pantai yang kotor oleh sampah kiriman,” terangnya.
Selain gotong royong, pembersihan melibatkan warga, dia juga mengajak Pokdarwis termasuk kelompok jukung yang berada di lokasi Pantai Teluk Gilimanuk.
Dijelaskan, untuk kebersihan di wilayahnya sudah ada pembagian zonasi. Untuk zona di wilayah wisata Patung Siwa, kebersihannya dihandle Dinas Lingkungan Hidup, untuk di wilayah pantai di handle Dinas Pariwisata.
“Kami juga ikut bergotong royong di wilayah tersebut, kita terus pantau kebersihan di wilayah tersebut, dengan harapan karena pantai untuk tujuan wisata sehingga para pengunjung nyaman untuk berlibur, terlebih setiap hari raya, atau hari libur, pengunjung cukup ramai berkunjung ke Teluk Gilimanuk,” pungkasnya. (ara,dha)








