
DENPASAR – Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta secara tegas menolak adanya wacana penundaan Pemilu 2024. Penundaan Pemilu 2024 secara jelas melanggar konstitusi dan juga menolak amandemen kelima dari UUD 1945.
Hal itu disampaikan Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali seusai dilantik sebagai Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali periode 2022-2027 di Inna Grand Bali Beach, Sanur Bali, Jumat (25/3/2022).
Pelantikan pengurus DPD Demokrat Provinsi Bali yang dilakukan Ketua Umum Agus Hari Murti Yudhoyono secara virtual dilaksanakan bersamaan dengan pengurus DPD Demokrat Papua Barat.
Menurut Ketua DPD Demokrat Mudarta, adanya wacana penundaan Pemilu 2024, ditengarai sebagai upaya perpanjang masa jabatan. Olehkarenanya Demokrat menolak tegas upaya perpanjang masa jabatan.
“Mari kita satukan energi menyongsong Pemilu tahun 2024 dan Demokrat menolak tegas penundaan Pemilu,” tegasnya lagi.
Dalam pidato politiknya didepan para tokoh partai politik di Bali, Ketua DPD Demokrat Mudarta menyakini bahwa Pemilu 2024 yang telah ditetapkan pada 14 Pebruari 2024, akan membawa keberuntungan bagi partai Demokrat. Hal itu dikarenakan nomor urut partai Demokrat 14. Hal sebagai tanda-tanda partai Demokrat akan kembali pada masa kejayaannya seeperti pada Pemilu 2014 lalu. Demokrat menang Pemilu dan Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Mudarta berharap hal itu terulang kembali pada Pemilu 2024 nanti dan Demokrat mampu merebut kemenangan dan mengantarkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai presiden.
“Meskipun Demokrat menghadapi rampok di tengah jalan, kader partai Demokrat tetap setia kepada Ketua Umum AHY,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mudarta juga berjanji dalam Pemilu 2024 nanti tidak akan berebut suara partai lain. Menurutnya semua partai politik yang ada dan bertarung dalam perhelatan Pemilu nanti merupakan sahabat-sahabat Partai Demokrat. Demokrat akan menggarap pemilih milenial atau pemilih pemula. Mudarta meyebutkan pemilih pemula belum tergarap dan yang golput saat Pemilu lalu mencapai jumlah 52 persen.
“Kami tidak akan mengurangi suara partai lain, kami bersahabat dengan partai lain. Demokrat akan garap pemilih golongan putih yang selama ini belum tergarap dan ini kami lalukan sebagai upaya ikut membantu KPU meningkatkan partisipasi pemilih,” pungkasnya. (arn/jon)








