
JEMBRANA – Karya pujawali sekaligus upacara pemelaspas bangunan pelingih Kanjeng Ratu Kidul di Pura Kanjeng Ratu Kidul, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, dilaksanakan Kamis (17/3/2022) bertepatan dengan purnama kedasa.
Upacara diawali dengan prosesi pecaruan dengan caru manca sanak di areal pura. Kemudian dilanjutkan makuh dan pemelaspasan bangunan pelinggih Kanjeng Ratu Kidul, agar bersih dan dapat difungsikan sesuai tatanan di pura.
Prosesi pujawali sekaligus upacara pemelaspas dipimpin langsung Bupati I Nengah Tamba, beserta pejabat dan pimpinan OPD serta Camat Melaya, Lurah/Bendesa Gilimanuk.

Upacara berlanjut dengan prosesi upacara pujawali yang dirangkaikan dengan ngebeji di segara hingga prosesi mulang pekelem, berupa kebo suci ke tengah segara kidul.
Selain melakukan persembahyangan bersama, ngebeji serta prosesi mulang pakelem berupa seekor kerbau yus merana (warna coklat) ke tengah lautan juga dilakukan Bupati Tamba. Selama prosesi upacara hingga penyineban, dipuput Ida Nak Lingsir dari Griya Carik Desa Pergung.
Bupati Tamba mengucapkan terimakasih atas dukungan dari seluruh pejabat termasuk seluruh krama desa adat yang ikut terlibat dalam melakukan upacara pemelaspasan dan pecaruan catur rebah serta matur pakelem kebo suci.
“Maknanya adalah untuk memohon keselamatan agar masyarakat Jembrana terhindar dari segala marabahaya, terhindar dari merana sehingga akhirnya semua masyarakat sehat dan bahagia,” tandasnya.
Di akhir upacara Bupati Tamba menandatangani prasasti pada Istana Ibu Ratu Pantai Selatan, yang termasuk bangunan utama di dalam Pura Kanjeng Ratu Kidul. (ara,dha)








