
DENPASAR – Sempat disebut-sebut masuk bursa calon ketua umum KONI Bali pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali pada 19 Maret mendatang, I Nyoman Budi Adnyana menegaskan dirinya tidak mencalonkan diri karena kesibukannya sebagai pengacara atau lawyer.
“Tidaklah, saya tidak mencalonkan diri dan memang tidak pernah mengutarakan untuk mencalonkan diri sebagai calon ketua umum KONI Bali. Ini saya tegaskan karena kesibukan saya cukup tinggi yakni sebagai pengacara atau lawyer, Ketua DPC Peradi Denpasar juga sebagai tim ahli Pemprov di bidang hukum dan menjadi konsultan hukum perusahaan,” ungkap Budi Adnyana di kantor DPC Peradi Denpasar, Minggu (6/3/2022).
Pria yang sekarang juga Wakil Ketua I KONI Bali itu mengaku tahu diri, karena kesibukan itulah yang berbanding terbalik dengan Ketua Umum KONI Bali nantinya, yang pastinya juga akan sibuk mengurus cabang olahraga (cabor). Dia menyebutkan figur yang menjadi Ketua Umum memang harus memiliki banyak waktu.
“Itulah yang saya rasa sulit untuk bisa saya lakukan nantinya. Apalagi sekarang ini KONI Bali prestasinya sedang bagus-bagusnya di PON membutuhkan figur Ketua Umum yang benar-benar fokus serta konsentrasi dalam mengelola cabor juga prestasi ke depannya,” tambah Budi Adnyana yang juga Ketua Umum Pengprov Percasi Bali itu.
Terpenting baginya, dirinya berharap siapapun Ketua Umum KONI Bali nantinya, mampu menjaga bahkan meningkatkan prestasi Bali tak hanya di even nasional melainkan juga even internasional.
“Itu harapan saya. Sekali lagi saya tegaskan jika memang saya tidak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Bali karena kepadatan aktifitas saya dan memang harus mobile,” demikian Budi Adnyana. (ari/jon)








