
DENPASAR – Porprov Bali bakal digelar pada November 2022 pekan ketiga dengan masa gelaran sekitar 10 hari. Hanya yang memang perlu dibahas yakni kondisi yang ada sekarang ini masih dalam kondisi extra ordinary.Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi usai membahas persiapan Porprov Bali dengan KONI kabupaten/kota seluruh Bali di ruang rapat KONI Bali, Rabu (23/2/2022).
“Ya ingat kita dalam kondisi extra ordinary dan tidak bisa bicara standar normal. Harus tetap semangat dan semua harus berpikir Out of the Box sehingga bisa disepakati. Termasuk dari sisi anggaran, banyak tantangan tak hanya di level provinsi namun juga di level kabupaten yang diberikan dana terbatas,” kata Suwandi di KONI Bali.
Berangkat dari semua itu lanjut mantan Ketua Umum KONI Bali itu, makanya perlu pemikiran terkait adanya suatu perencanaan standar sesuai dengan kemampuan, serta diharapkan juga ada perhatian lebih dari pemerintah melalui RAPBD perubahan.
“Semua itu sudah kami sampaikan ke Pak Sekretaris Daerah (Sekda) dan Pak Gubernur. Hasilnya beliau-beliau mendukung semuanya. Sehingga tahun 2022 kita melangsungkan Porprov Bali secara gotong royong untuk mencari bibit-bibit demi menjadi pemain PON nantinya. Tahun 2022 ini sebagai batu loncatan ke tahun 2023 dimana akan ada gelaran pra-PON,” jelas Suwandi.
Lantas bagaimana jika ada tuan rumah cabang olahraga (cabor) merasa kesulitan atau tidak mampu menggelar pertandingan ? Ditegaskan Suwandi jika hal itu tidak ada masalah karena setiap saat ada kesempatan untuk menggeser venue dari kabupaten satu ke kabupaten lainnya. Terpenting semuanya fokus pada prestasi.
“Hanya saja untuk cabor yang bertanding hanya 3 kabupaten/ kota di Bali maka cabor itu tak bisa dipertandingkan,” demikian Suwandi. (ari/jon)








