
GIANYAR – Suasana Pasar Rakyat Gianyar pada Jumat (18/2/2022) mulai menggeliat. Beberapa pedagang yang sebelumnya belum menempati kios maupun toko mulai menata barang dagangan.
Salah seorang pedagang mengaku takut setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar menyiapkan sanksi bagi yang tidak segera menempati kios maupun toko sesuai undian.
“Kita tempati saja dulu karena takut nanti kena sanksi kiosnya diambil kalau tidak ditempati,” ucap salah seorang pedagang kain di lantai 4.
Transaksi jual beli di Pasar Rakyat Gianyar terlihat ramai sejak pagi hari terutama pembeli kebutuhan pokok.
“Saya buka dari empat hari lalu. Ada saja yang belanja, tidak sepi-sepi sekali,” ujar pedagang daging babi, Ngurah.
Sementara, Kepala Pasar Rakyat Gianyar Nengah Arnawa mengatakan, ramainya pasar biasanya pada pagi hari.
“Kalau pagi hari itu ada pedagang sembako, daging, dan sayuran sehingga ramai. Ketika beranjak siang, mereka sudah tutup sehingga terlihat sepi,”ujarnya.
Siangnya, pedagang yang menempati toko buka. Hanya, pembelinya belum seramai pagi hari.
“Sejumlah pedagang sudah menata tempatnya. Kami setiap hari melakukan pendataan dan pemantaun terhadap toko yang belum ada aktivitasnya,” ujar Nengah Arnawa.
Hingga kini, dari total 1.832 pedagang, baru 1.000 lebih yang telah menempati toko dan los. “Sebagian pedagang masih melakukan penataan. Kita setiap hari berusaha mensosialiasikan dan pendekatan secara humanis agar pedagang bisa secepatnya menempati,” kata. (jay)








