
JEMBRANA – Paska terjangan banjir bandang yang terjadi sekitar tiga bulan lalu, kerusakan senderan bangunan wantilan di areal Pura Puseh Desa Adat Yehembang Kangin, belum ada tanda-tanda akan ada perbaikan dari instansi terkait.
Pantauan di lapangan, di Sungai Yehembang pada musim penghujan kerap banjir sehingga semakin mengikis senderan hingga bangunan wantilan tinggal beberapa meter dari pingiran sungai. Bahkan kerusakan semakin mendekati pondasi wantilan di sisi barat pura yang disungsung krama Desa Adat Yehembang Kangin ini.
Perbekel Desa Yehembang Kangin I Gede Suardika dikonfirmasi Rabu (16/2/2022), tak memungkiri belum adanya penanganan terhadap kerusakan bangunan senderan di areal Pura Puseh itu.
Pihaknya mengaku sudah mengusulkan proposal ke Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, agar segera mendapat penanganan, namun sampai sekarang belum terealisasi. Kerusakan senderan pengaman sungai itu akibat terjangan banjir, lantaran musim hujan sungai kerap meluap. Kerusakan dikhawatirkan semakin bertambah. “Lama tak tertangani kerusakannya dapat merembet ke bangunan wantilan,” katanya. (ara,dha)








