
Wagub Cok Ace
KUTA – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati tidak memungkiri adanya rencana Singapore Airlines untuk secara perdana kembali terbang ke Bali. Bahkan penerbangan tersebut akan mulai coba dilakukan pada bulan Februari nanti.
“Mulai Februari ini mereka akan coba secara bubble. Dan dari Singapore sendiri telah menetapkan beberapa hotel,” ucap pria yang akrab disapa Cok Ace itu, Sabtu (29/1/2022).
Bagi dirinya, penerbangan tersebut adalah sebuah uji coba terhadap persiapan yang telah dilakukan selama ini. Dia berharap, rencana itu nantinya bisa berjalan dengan baik, sehingga jumlah akomodasi wisata yang dipergunakan bisa lebih banyak lagi.
“Mudah-mudahan semua ini bisa kita lalui dengan baik, sehingga nanti tidak saja pada tiga atau beberapa hotel yang ditetapkan saja. Tapi untuk seluruh Bali bisa juga merasakan dari pariwisata mancanegara ini,” ungkapnya.
Cok Ace pun menegaskan tu merupakan sebuah rencana yang sudah pasti. Bahkan saat ini jadwal penerbangannya sudah keluar.
“Ini baru pertama Singapore yang uji coba. Mudah-mudahan nanti ada beberapa charter flight dari tempat lain yang bisa masuk ke Bali,” sambungnya.
Bali, dipastikan sudah sangat siap untuk menyambut hal tersebut. Kesiapan dimaksud tentu tidak terlepas dari semangat masyarakat industri pariwisata di Bali, yang sudah melakukan persiapan sejak 2 tahun terakhir. Meski persyaratan-persyaratan berkembang secara dinamis, Bali terbukti tetap mampu mengikuti.
Bali sendiri, sambung Cok Ace, terbilang masih menjadi daerah tujuan wisata primadona. Hal tersebut bahkan telah terbukti melalui penelitian atau survei pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.
“56 persen travellers yang dijadikan responden, masih punya keinginan besar ke Bali. Bahkan Australia menduduki peringkat di atas 60 persen. Jadi travellers ini ingin jalan-jalan keluar, dan tujuan pertama yang dipilih adalah Bali. Ini menunjukkan pasar masih sangat tertarik ke Bali,” bebernya.
Namun tidak dipungkiri dia, pada masa pandemi Covid-19 ini, ada beberapa persyaratan yang dinilai masih cukup berat oleh para wisatawan. Di antaranya yakni kaitan dengan karantina, kemudian yang sebelumnya yaitu persyaratan direct flight dan visa.
“Tapi astungkara, beberapa persyaratan tersebut telah diperbaharui dan diperbaiki. Kemarin saya mendengarkan langsung dari Pak Menko, juga ada beberapa arahan-arahan beliau. Saya harapkan, dengan adanya perubahan-perubahan ini, ke depan kita bisa lebih terbuka lagi dan menerima lebih realitas lagi,” ungkapnya.
Perubahan-perubahan dimaksud, sambung dia, misalnya yaitu berkenaan dengan kebijakan direct flight. Selain itu yakni tentang negara asal yang tadinya dibatasi 19 negara, dan sekarang sudah lebih dibuka lagi. “Untuk karantina kita masih 7 hari,” tambahnya.
Selain itu terkait dengan visa yang menurut dia sesungguhnya dari pemerintah sendiri tidak menetapkan tinggi. Namun karena proses yang cukup susah, seperti melalui sponsor dan sebagainya, sehingga harga membengkak cukup besar.
Untuk diketahui, rencana Singapore Airlines kembali membuka layanan terbang ke Bali berawal dari sebuah siaran pers yang tersebar. Dalam siaran pers tertanggal 28 Januari 2022 itu, disampaikan bahwa Singapore Airlines akan melakukan restart service menuju Bali mulai bulan Februari 2022 nanti.
Secara spesifik, penerbangan komersial dimaksud kabarnya akan mulai dilakukan pada tanggal 16 Februari 2022. Yakni dengan mengoperasikan pesawat Boeing B787-10 berkapasitas 337 kursi dengan rincian 36 kursi business class dan 301 kursi economy class.
Dalam siaran pers tersebut General Manager Singapore Airlines Indonesia Alvin Seah juga mengatakan bahwa dilanjutkannya kembali penerbangan ke Bali, notabene juga merupakan bagian dari komitmen pihaknya dalam memulihkan industri pariwisata di Indonesia.
Singapore Airlines yang memiliki jaringan penumpang pada 64 destinasi dalam 34 negara, dipastikan akan melakukan langkah promosi terbaik untuk Indonesia. Penerbangan menuju Jakarta dan Denpasar, dirasa akan memberikan fleksibilitas kepada para penumpang, baik menuju ataupun dari Indonesia. (adi/jon)








