
DENPASAR – Emmy Pakpahan (42) tak kuasa menahan air mata. Perempuan ini mengaku depresi karena pemberitaan sejumlah media asing terkait kematian kekasihnya Harper Matthew (47).
Harper Matthew asal Inggris ditemukan tak bernyawa dengan sejumlah luka di sekujur tubuh di Perum Samatha Citra Kuta Blok A/8 Lingkungan Taman Giri Mumbul, Kuta Selatan, Badung, Kamis (13/1/2022) pukul 06.45 WITA. Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus Panjaitan dalam konferensi pers pada Rabu (19/1/2022) menegaskan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan Kedokteran Forensik RS Sanglah, kematian Harper Matthew karena bunuh diri.
Emmy Pakpahan yang ditemui di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, Jumat (28/1/2022) menceritakan, Harper Matthew menusuk dirinya berulang kali menggunakan pisau dapur. Emmy hanya bisa melihat dari luar melalui jendela setelah dikunci oleh korban sebelum melakukan tindakan mengakhiri hidupnya.
“Berbagai media pers ternama dan influencer internet menerbitkan artikel yang dengan salah menyatakan bahwa saya telah melakukan pembunuhan terhadap Matthew Harper,” ucap Emmy Pakpahan sembari menangis.
Bahkan, beberapa media asing berkantor di Inggris dan Singapura menulis Emmy Pakpahan ditahan atas kasus pembunuhan.
“Faktanya saya tidak pernah ditahan. Saya juga telah beberapa kali datang ke kantor polisi sebagai saksi. Polisi juga telah mengadakan konferensi pers yang menyatakan kematian Matthew karena bunuh diri ,” ujarnya.
Emmy Pakpahan merasa reputasinya dihancurkan akibat pemberitaan tersebut. Bahkan, menimbulkan dampak negatif yaitu merubah hubungan dengan keluarganya, teman, serta komunitasnya.
“Kemampuan saya mencari nafkah sangat terganggu. Anak saya dicap sebagai anak pembunuh. Hidup saya hancur,” ungkapnya.
Emmy lantas meminta media-media asing yang telah menuduhnya membunuh Matthew Harper untuk segera menarik, mengoreksi dan memperbaharuhi pemberitaaan tersebut.
“Saat ini saya dihadapkan dengan berbagai perjuangan pribadi dan secara hukum. Di saat berduka kehilangan Matthew, saya juga harus berjuang menyelamatkan nama baik saya,”kata Emmy.
“Sebagai akibat dari doxing (tindakan berbasis internet untuk menyebarkan informasi), saya mengalami kecemasan parah, serangan kepanikan, depresi, kelelahan, demam, nyeri sendi, sesak nafas, sakit pada dada dan sakit kepala. Saya akan mengejar hak-hak saya melawan semua pelanggar yang telah mencederai saya dan keluarga melalui penyalahgunaan Pers dan media sosial,”tandasnya. (dum)








