
GIANYAR – Penglingsir Griya Kelod Cebaang, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar mengalihmediakan ratusan lontar kuno dalam bentuk digital.
Alih media dilakukan karena ratusan lontar kuno berisi ilmu pengetahuan yang diwariskan secara turun temurun itu mulai mengalami kerusakan akibat termakan usia.
“Saya sebagai penglingsir tidak tahu pasti kapan awal keberadaan lontar di sini. Yang jelas, sudah tujuh keturunan (lontar) sudah ada di sini,” kata Penglingsir Griya Kelod Cebaang Ida Bagus Putu Manuaba pada Senin (24/1/2022).
Ia meyakini setiap generasi menambah koleksi lontar yang ada dan sampai saat ini jumlahnya diperkirakan 210 lontar.
“Kondisinya mulai rusak sehingga diarsipkan dalam bentuk digital,” ungkap Ida Bagus Putu Manuaba.
Ratusan lontar pustaka suci ini mulanya dikeluarkan dari tempat penyimpanan. Sebelum proses digitalisasi, lontar direstorasi terlebih dahulu untuk memperjelas kembali tulisan aksara agar dapat dibaca kembali.
Restorasi menggunakan minyak kemiri yang sudah dibakar diusapkan di atas lontar hingga tulisan aksara dapat terbaca kemudian di foto untuk pendigitalisasian.
Ida Bagus Putu Manuaba mengungkapkan, lontar yang tersimpan di Griya Cebaang Serongga merupakan lontar warisan leluhur yang diperkirakan ada sejak tahun 1860. Sebagian besar lontar memuat Tata Titi upacara keagamaan Hindu di Bali.
Selain itu, banyak memuat Tata Titi kehidupan di Bali, tata cara pengambilan keputusan serta berbagai petuah.
“Setiap kali ada ciri-ciri atau tanda masalah dan bencana, biasanya dicari solusinya dalam lontar ini,” ungkap Ida Bagus Putu Manuaba.
Setelah proses digitalisasi, lontar kembali disimpan di tempat khusus.
“Harus ditempatkan di rak khusus dan akan dibersihkan setiap waktu agar lontar yang berada di dalamnya tidak rusak,” ucapnya. (jay)








