Pedagang Pasar Tradisional Masih Menjual Minyak Goreng Diatas Ketentuan

0
228
cek harga minyak goreng
Pemantauan harga minyak goreng oleh DiskopUKMP di Pasar Kuta II

MANGUPURA – Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan ritel, Kamis (20/1/2022), memantau penetapan harga minyak goreng oleh pemerintah pusat sebesar Rp 14 ribu per liter.

Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, pihaknya mendapat perintah pusat untuk mengecek kondisi pasar tradisional maupun pasar modern. Mengingat sejak (Rabu 19/1/2022) semua retail modern diwajibkan sudah menjual minyak goreng seharga 14.000 per Liter.

Diungkapkannya, hasil pemantauan rata-rata harga minyak goreng di pasar modern telah sesuai dengan keputusan pusat. Hanya saja harga di beberapa pasar tradisional harga migor masih diatas Rp 14.000 per liter.

“Kalau di pasar berjejaring harga minyak goreng sudah sesuai kebijakan pusat, cuman di pasar tradisional ini masih kami temukan pedagang yang menjual Migor di atas ketentuan pusat,” katanya.

Pedagang yang masih menjual minyak goreng diatas ketentuan, menurut Widiana lantaran masih memiliki stok lama, sehingga harga yang ditawarkan tidak sesuai kebijakan pusat. Namun demikian, khusus untuk pasar tradisional, pemerintah pusat meminta secara bertahap menurunkan harga dlm batas waktu satu minggu ke depan.

Seperti diketahui, lonjakan harga minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir terus melambung. Harga minyak goreng per kilogramnya dijual di kisaran Rp 19.000 sampai dengan Rp 24.000. Bahkan di sejumlah pasar, harga minyak goreng bahkan menembus Rp 26.350 per kilogramnya.

Kadis Made Widiana juga melakukan pemantauan terhadap harga minyak goreng di Pasar Kuta II, Kamis (20/1/2022). Hasilnya, semua pedagang yang dikunjungi ternyata masih menggunakan harga di atas Rp 14 ribu.

“Pemantauan ini kami lakukan terkait dengan harga minyak goreng terbaru yang diputuskan oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. Yakni mulai kemarin, harga minyak goreng berbagai kemasan 1 liter, diputuskan Rp 14 ribu/liter,” ungkap Widiana ditemui di sela pemantauan.

Pemantauan tersebut, sambung dia, sekaligus sebagai langkah sosialisasi kebijakan dimaksud. Dengan maksud agar para pedagang bisa segera melakukan penyesuaian, dengan rentang waktu sampai Rabu (26/1/2022).

“Karena di hari Rabu depan, itu sudah menerapkan harga baru. Pedagang yang masih belum melakukan penyesuaian, kami harap bisa segera. Karena masyarakat pembeli kita sudah cerdas, dan mengetahui perkembangan harga,” sebutnya.

Di lain hal, dalam pemantauan tersebut Kepala DiskopUKMP sempat disodori nomor ponsel oleh salah seorang pedagang. Dengan harapan agar diberi informasi soal distributor ataupun suplayer yang menjual harga minyak goreng di bawah Rp 14 ribu.

Sebagai jawaban, KadiskopUKMP Badung Made Widiana mengaku terbuka untuk hal tersebut. Karena dia menyadari, para pedagang eceran juga membutuhkan sedikit margin sebagai sebuah keuntungan dalam berjualan.

“Pemantauan ini akan rutin kami laksanaan dalam beberapa hari ke depan. Karena mensosialisasikan kebijakan ini secara lebih luas adalah bagian dari kewajiban kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Made Sukantra yang turut hadir, mengatakan bahwa pengecekan tersebut sekaligus mengantisipasi kerugian yang diderita oleh para pedagang. Dirinya juga memastikan bahwa pihaknya sudah turut bergerak melakukan sosialisasi, kaitan dengan harga minyak goreng yang terbaru.

“Selama ini pedagang membeli di kisaran harga Rp 18 – 19 ribu, sehingga dijualnya pada kisaran harga Rp 19 ribu sampai dua puluhan ribu. Bahkan ada beberapa tempat masih terjadi di angka Rp 22 ribu. Nah, kaitan dengan penetapan harga Rp 14 ribu ini, maka kami harap para pedagang di pasar tradisional juga bisa cerdas, agar jangan sampai kehilangan pembeli,” bebernya. (adi,lit/jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + seven =