
GIANYAR – Pedagang yang akan menempati pasar rakyat Gianyar mulai di undi. Pengundian dilakukan selama 3 hari, 6 sampai 9 Januari. Hari pertama dilakukan untuk 511 pedagang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan.
“Sebelum masuknya pedagang kita undi dulu sesuai yang terverifikasi ada 1589 pedagang los. Kami lakukan 3 hari, Hari ini dari 1589, kita undi 511,” ujar kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary, Kamis (6/2/2022).
Kata Eka Suary, dengan ini dipastikan pedagang pelataran yang berjualan didepan balai budaya, yang memang memiliki tempat jualan di pasar rakyat Gianyar, dipastikan tidak ada lagi berjualan dilokasi tersebut.
“Kedepan tidak ada lagi pedagang plataran di bawah. Jadi semua di dalam,” ujarnya.
Sementara untuk undian ruko atau toko dilakukan terpisah. “Jeda dulu beberapa hari. Dilanjutkan undian ruko atau toko. Mudah-mudahan dua Minggu depan selesai pengundian,” terangnya. Terkait kapan akan mulai dibuka? Eka Suary mengatakan masih menunggu hari baik. “Kita siapkan seminggu dua Minggu mobililasi persiapan barang. Cari hari bagus, awal Februari buka,” ujarnya.
Sementara, saran Gubernur Bali terkait kepastian harga agar tidak ada tawar menawar Eka Suary mengatakan belum bisa menjalankan, Karena ini pasar rakyat, kita masih ada tawar menawar. “Mungkin ada beberapa bisa (Kepastian Harga), namun berbagai barang petani kesini beda, masih ada tawar menawar,” Ujar birokrat asal Tabanan ini.
Terakhir, Eka menyapaikan, meski terlihat megah seperti mall, masyarakat jangan takut berbelanja di pasar rakyat Gianyar. Karena masih ada roh pasar tradisional, hanya kini tidak berdesakan-desakan. Ia juga mengatakan, sesaui mandat Bupati, tidak boleh ada pedagang yang berjualan dipinggir jalan. “Jika ada pedagang tidak terdaftar jualan di pinggir, Bupati tegas, semua di area radius 100 meter bebas pedagang liar,” tandasnya. (jay)








