
DENPASAR – Pengurus Pusat Maha Warga Bhujangga Waisnawa menyampaikan pernyataan sikap berkaitan adanya foto viral di media sosial dan mundurnya Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lokanatha dari kesulinggihan.
Berdasarkan hasil Paruman Alit bersama Sulinggih Maha Warga Bhujangga Waisnawa dan tuntunan Ida Rsi Nabe di Sekretariat MWBW Jalan Ciung Wanara, Renon, Rabu (5/1/2021), intinya memohon Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lokanatha dan Ida Rsi Istri Bhujangga Waisnawa Gayatri dari Griya Agung Giri Kusuma Renon tidak mepamit dari sulinggih Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW).
Ketua Umum MWBW Brigjen (Purn) I Gede Alit Widana dalam siaran pers Rabu (5/1/2022) menyampaikan segenap pengurus MWBW Pusat Se-Nusantara berterima kasih kepada umat sedharma dan/atau pengguna media sosial atas perhatian dan kritikannya kepada sulinggih kami.
“Kami segenap pengurus Kemoncolan Pusat Maha Warga Bhujangga Waisnawa Se-Nusantara, berterima kasih atas jiwa besar yang ditunjukkan oleh sulinggih kami, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lokanatha dan Ida Rsi Istri Bhujangga Waisnawa Gayatri karena kecintaan beliau kepada umat sedharma khususnya kepada semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa serta meneduhkan suasana, beliau dengan cepat dan bijaksana membuat keputusan untuk mepamit dari kesulinggihan,” kata Alit Widana.
Lanjut, Alit Widana, namun berdasarkan hasil Paruman Alit bersama Sulinggih Maha Warga Bhujangga Waisnawa dan tuntunan Ida Rsi Nabe, segenap Pengurus Pusat Maha Warga Bhujangga Waisnawa Se-Nusantara memohon majeng ring Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lokanatha dan Ida Rsi Istri Bhujangga Waisnawa Gayatri untuk tidak mepamit dari Kesulinggihan.
“Karena kami sangat memerlukan ketokohan Ida Rsi yang sangat modern, kreatif dan inovatif namun tetap mengacu pada Sesana Kesulingihan untuk membimbing menuntun seluruh Maha Warga Bhujangga Waisnawa Se-Nusantara menuju Mokhsartam Jagadhita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, melalui pernyataan sikap ini, MWBW berharap peristiwa ini menjadi pelajaran terbaik bagi kita semua untuk menjadi lebih baik, lebih bermanfaat dan mulat sarira dalam menjalani kehidupan ini agar terhindar dari konflik, masalah, polemik menuju hidup damai dan harmoni.
“Kami mengimbau kepada umat se-dharma dan semua pengguna media sosial, media digital/media cetak untuk arif, bijaksana dan tidak memviralkan kembali, karena dokumen foto-foto dalam suasana Wanti Warsa Ida Rsi Istri Bhujangga Waisnawa Gayatri bersifat pribadi, yang berdampak menimbulkan adanya dugaan tindak pidana ITE apabila disebarkan tanpa ijin pemilik dan perbuatan yang tidak menyenangkan,” tegasnya. (sur,dum)








