
GIANYAR – Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar mengeluarkan Surat Edaran terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas katagori A. Ini menyusul vaksinasi Covid-19 terhadap siswa dan tenaga pendidikan telah menyentuh angka 100 %.
Di Surat Edaran bernomor: 420/ 09 / Disdik Tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19 menyebutkan, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19) Pedoman dalam melaksanakan proses belajar mengajar pada satuan pendidikan genap Tahun 2021 /2022.
Kemudian, berdasar pada data Kabupaten Gianyar berada pada PPKM Level 2, capaian vaksinasi Covid-19 dosis 2 untuk pendidik dan tenaga kependidikan sudah di atas 80 % dan dosis 2 untuk lansia di atas 50 %, maka Kabupaten Gianyar sudah dapat melaksanakan PTM terbatas katagori A.
Dijabarkan pula hal wajib dilakukan oleh Satuan Pendidikan, yakni jumlah peserta didik bisa dihadirkan 100%. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
Untuk kantin di dalam lingkungan satuan pendidikan belum diperbolehkan dibuka selama pelaksanaan PTM terbatas. Sedangkan pedagang di luar gerbang diatur oleh Satgas Penanganan Covid-19 wilayah setempat bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 pada satuan pendidikan.
Demi kelancaran PTM, Kadisdik Gianyar Wayan Suradnya mengimbau pihak sekolah membentuk Satgas Covid sesuai SE. Sebab, bila ada sorang terkonfirmasi positif maka kegiatan dihentikan sementara.
“Pemberhentian sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan bilamana di Satuan Pendidikan terdapat kasus Covid-19. Surat Edaran berlaku sejak ditandatangani 3 Januari 2021,” jelasnya, Senin (3/1/2022).
Terkait pengoperasian angkutan siswa, Suradnya menyampaikan masih dikordinasikan.
“Mulai surat edaran dibuat dan masalah angkutan siswa masih koordinasi dulu,” tandasnya. (jay)








