
DENPASAR – Seleksi nasional (seleknas) yang rencananya digelar PP PBSI pada 5 – 8 Januari 2022 di pelatnas Cipayung diundur menjadi 10 – 15 Januari 2022. Pengunduran meski hanya 5 hari itu, setidaknya menambah waktu latihan untuk para pebulutangkis Bali yang dikirim Pengprov PBSI Bali nantinya.
Menurut Ketua Umum PBSI Bali Wayan Winurjaya didampingi Sekretaris Umum (Sekum) IGB Arya Candra Palasara atau Tu Gus, hikmah pengunduran gelaran itu akan membuat pebulutangkis lebih siap.
“Ya setidaknya ada tambahan waktu bagi para pebulutangkis Bali untuk meningkatkan kualitasnya baik teknik maupun fisik sebelum akhirnya turun di seleknas nantinya,” kata Winurjaya diamini Tu Gus, Rabu (29/12/2021).
Saat ini para pebulutangkis hasil selekprov, terus digembleng dengan latihan rutin. Mereka diharapkan nantinya bisa memberikan performa terbaiknya dan memberikan hasil seperti yang diharapkan.
“Pastinya di seleknas nantinya akan memberikan pengalaman lebih terutama dalam menambah jam terbang serta menebalkan mental bertanding, karena lawan-lawan yang dihadapinya nanti juga merupakan pebulutangkis terbaik provinsi lainnya di Indonesia. Artinya juga pebulutangkis Bali juga akan merasakan ketatnya menghadapi pebulutangkis yang kualitasnya setara bahkan lebih,” jelas Winurjaya.
Sementara Tu Gus menambahkan, para juara selekprov lalu dipastikan akan mewakili Bali di seleknas nanti dan dikirim PBSI Bali. Mereka di tunggal putra yakni Kadek Guruh (Buleleng), ganda putra Sutha berpasangan dengan Kepansa (Denpasar), tunggal putri yakni I Putu Wahyu Arisanti, (Denpasar) dan ganda putri Arisanti berpasangan dengan Karin (Denpasar).
“Mereka yang juara di selekprov saja memang yang dikirim. Yang berhak bertanding di seleknas memang merupakan hasil selekprov yang digelar PBSI provinsi. Dan itu memang sudah sesuai dengan aturan PP PBSI,” tukas Tu Gus. (ari/jon)








