
GIANYAR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Gianyar tengah merancang penerapan parkir elektronik (e-parkir) yang ditarget mampu menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Bappeda dan Litbang Gianyar Gede Widarma Suharta, selama ini retribusi parkir dilakukan dengan dua pola. Pertama, dipungut langsung oleh Dinas Perhubungan Gianyar. Kedua, kerja sama dengan Desa Adat terutama parkir di objek wisata.
Melalui sistem parkir elektronik bertujuan untuk transparansi pendapatan retribusi parkir.
“Nanti kami pergunakan sistem non cash sehingga dengan teknologi ini akan lebih transparan dan terbuka,” jelas Gede Widarma Suharta, Rabu (29/12/2021).
Saat ini, pihaknya tengah merancang target PAD yang dapat dihasilkan dari penerapan sistem modern itu serta mengkaji potensi tempat parkir di Kabupaten Gianyar untuk nantinya dipakai melengkapi rancangan e-parkir yang hendak diterapkan.
“Kita masih mengkaji berapa potensi PAD yang bisa dihasilkan dari lokasi-lokasi parkir yang ada di Gianyar. Hasil kajian itu nantinya kita gunakan untuk menentukan sistem pemungutannya. Jadi, kalau dikelola Pemda otomatis Pemda yang melakukan. Begitu juga kalau dengan desa adat berarti desa adat yang melakukan dengan sistem elektronik juga,” ungkapnya.
“Dengan sistem elektronik ini kita target tidak ada kebocoran. Semua masuk PAD tidak sampai 10 persen lah toleransi kebocorannya,” imbuhnya.
Jika sudah bagus, akan diterapkan di semua kantong-kantong parkir dikelola Pemkab Gianyar termasuk yang dikerjasamakan dengan desa adat.
“Untuk desa adat itu ada di Sukawati, Gianyar, Tampaksiring, kemudian nanti percontohan ada 4 titik di Kota Gianyar itu ada di Alun-alun Gianyar, Jalan Ngurah Rai, seputaran Pasar Rakyat Gianyar dan sekarang kita masih uji coba sistemnya. Kalau sistemnya sudah bagus, maka kita gunakan di seluruh sentra parkir yang dikelola Pemkab Gianyar dan desa adat,” ujarnya.
Untuk satu titik yang diujicobakan menggunakan sistem parkir elektronik, diproyeksikan ada peningkatan pendapatan. “Misalkan sebelum menggunakan parkir elektronik pendapatannya Rp 20.000 hingga Rp 50.000 per hari, nanti bisa mencapai Rp 300.000 hingga Rp 900.000 per harinya,”sebutnya. (jay)








