
GIANYAR – Sejumlah anak mengikuti pasraman mandiri singkat padat mengisi di Taman Pendidikan Sarin Rare di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar. Kegiatan tersebut untuk mengisi liburan Natal dan tahun baru.
Pemilik Yayasan I Made Ariyasa mengatakan, pasraman mandiri diisi dengan berbagai kreativitas ringan, menyenangkan dan bermanfaat untuk anak-anak mengisi liburan.
“Paginya diisi dengan lingkaran diskusi ringan tentang alam sambil berolah raga. Lanjut ada kegiatan membuat canang, banten saiban dan memasak. Siangnya, mereka diajak membuat lampu lampion dan praktek buat lilin warna warni dan sore kembali dilanjutkan dengan olah raga. Semua kegiatan menerapkan prokes,”ujar I Made Ariyasa, Minggu (26/12/2021).
Kegiatan lainnya adalah yoga sederhana sekadar melatih pernapasan. Malamnya, ada metutur satua dan sharing cerita lainnya didampingi seorang guru tuna netra sambil renungan doa untuk perlindungan anak dari risiko berbagai kekerasan maupun risiko lainnya.
“Untuk trial tiang ajak di Taman Pendidikan Sarin Rare saja dengan jumlah terbatas yang juga diikuti oleh beberapa alumni untuk mendekatkan antara kakak kelas dan adik kelas,” ungkap Made Ariasa yang juga Komisioner KPPAD Provinsi Bali ini.
Melalui kegiatan ini, Made Ariasa mengajak anak didik untuk terus menjadikan penerapan prokes dalam berbagai kegiatan sehingga menjadi budaya hidup baru. Tanpa harus terlalu khawatir yang berlebihan. Made Ariasa juga menggugah orangtua untuk lebih memperhatikan anak-anak di rumah.
“Karena cukup banyak terjadi pembiaran pada anak-anak di jalanan. Mereka bermain tanpa pendampingan siapapun di masa liburan ini. Bahkan, cukup banyak anak-anak yang bermain tabung meledak sebagai pengganti mercon yang sudah dilarang,” tandasnya. (jay)








