
Bedah Buku Dokter Caput di Wantilan Desa Adat Buleleng
BULELENG – Bedah buku ‘Dokter Caput’, tak hanya menjadi wahana berbagi cerita sukses Ketut Putra Sedana, anak seorang guru menjadi Dokter Ketut Putra Sedana, Sp.OG. Dimoderatori, Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd., bedah buku yang berisikan catatan ringan tentang perjalanan hidup Ketut Putra Sedana ini juga mengungkap proses kesuksesan penjual ‘Es Caput’ menjadi seorang dokter.
“Yang terpenting dari apa yang saya tulis dalam buku ini bukan sukses yang diraih, tapi bagaimana prosesnya,” tandas Ketut Putra Sedana, Minggu (26/12/2021) usai kegiatan di Wantilan Kantor Desa Adat Buleleng.
Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng ini berharap, bedah buku yang dihadiri Mantan Bupati Buleleng I Gede Wardana, Mantan Ketua MDA Buleleng Made Rimbawa serta sejumlah Tokoh Buleleng ini dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk memahami proses dari sebuah kesuksesan.
“Yang jelas, melalui buku ini kita berbagi, bagaimana melihat sebuah perjalanan, bukan melihat suksesnya, berhasilnya dari seseorang, tapi lihatlah, pandanglah dan pelajarilah prosesnya. Prosesnya yang utama, tidak ada orang tanpa bekerja akan mendatangkan hasil. Bekerja pasti ada hasil,” tegasnya.
Perjalanan hidup, menurut Ketum Pengkab FORKI Buleleng ini pasti beraneka ragam, suka, duka, sedih, gembira dan sebagainya.
“Dibalik itu pasti ada catatan yang memiliki makna, yang bisa kita tangkap, bisa kita dokumentasikan dalam sebuah catatan hidup, sehingga bisa diceritakan, minimal kepada anak kita. Perjalanan hidup ibaratnya seperti ‘kitab suci’, ‘kitab suci’ bagi saya sendiri, sehingga perjalanan hidup perlu saya tulis,” jelasnya.
Sesuai motto ‘Kita Bisa Hidup Dari Apa Yang Kita Dapatkan dan Kita Bisa Membuat Hidup Dari Apa Yang Kita Berikan’, Caput berharap buku yang ditulis memiliki nilai, bermanfaat sebagai motivasi bagi generasi muda untuk menjalani hidup lebih baik.(
kar/jon)








